Sadad: Tidar Harus Jadi Best Practice Anak Muda Berpolitik!

SAYAP GERINDRA: Ketua Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad (empat dari kiri), saat pembukaan Musdalub Tidar Jatim. | Foto: IST
SAYAP GERINDRA: Ketua Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad (empat dari kiri), saat pembukaan Musdalub Tidar Jatim. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sejumlah hasil survei membeber hanya 22 persen anak muda yang tertarik politik. Namun Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad berpendapat, 78 persen lainnya bukan berarti apolitis.

“Nyatanya, anak-anak muda justru memainkan peran yang efektif dalam aksi-aksi sosial,” kata Sadad dalam pembukaan Musdalub PD Tunas Indonesia Raya (Tidar) Jatim — organisasi sayap Partai Gerindra — di Hotel Majapahit Surabaya, Sabtu (6/11/2021).

“Anak-anak muda juga menjadi penggerak dalam memainkan isu antikorupsi dan isu lingkungan. Keduanya merupakan isu yang erat kaitannya dengan policymaking (pembuatan kebijakan),” tandasnya.

Tidar adalah organisasi sayap Partai Gerindra untuk menjaring segmen anak muda. Saat ini pimpinan pusat diketuai Aryo Djojohadikusumo.

Selain Sadad, pembukaan Musdalub PD Tidar Jatim juga dihadiri Waketum DPP Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo; Sekjen PP Tidar yang juga Anggota DPR RI, Moreno Soeprapto; serta Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Kharisma Febriansyah.

Dalam acara yang digelar selama dua hari tersebut, 6-7 November 2021, selain Musdalub juga diisi dengan Pelatihan Tunas I dan Pelatihan Tunas II, sebagai bagian dari jenjang pengkaderan internal.

Lantaran mayoritas anak muda tidak bisa dibilang apolitis, lanjut Sadad, Tidar diharapkan menjadi best practice keterlibatan anak muda generasi milenial dan generasi Z berkiprah di politik. Terlebih Gerindra memberi ruang yang luas buat mereka.

“Partai Gerindra memberikan ruang yang besar bagi anak muda bukan hanya di organisasi sayap, bahkan dalam struktur DPD banyak dari kalangan milenial diberi kepercayaan,” katanya.

Lagi pula, lanjut politikus keluarga Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan yang akrab disapa Gus Sadad tersebut, peran anak muda dalam sejarah kebangsaan tak diragukan lagi.

Ketika republik ini baru berdiri, posisi penting di pemerintahan sudah dipercayakan kepada anak muda. Sadad mencontohkan Jaksa Agung pertama, Mr Kasman Singodimedjo diangkat di usia 38 tahun.

Bahkan Adam Malik menjadi wakil ketua KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) yang merupakan cikal bakal DPR RI, ketika berusia 28 tahun.

“Karena itu keterlibatan anak muda di politik, hari-hari ini dimaknai sebagai merebut kembali peran yang sudah dimainkan sejak lama,” ucap Sadad yang juga wakil ketua DPRD Jatim.

LECUT SEMANGAT TIDAR: Anwar Sadad, mayoritas anak muda tak tertarik politik bukan berarti apolitis. | Foto: IST
LECUT SEMANGAT TIDAR: Anwar Sadad, mayoritas anak muda tak tertarik politik bukan berarti apolitis. | Foto: IST

» Baca Berita Terkait Gerindra