Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Rocky Gerung: LaNyalla Punya Etika dan Intelektual, Masuk Kriteria Pemimpin Nasional!

Berita Terkait

ELITE BANGSA PRO RAKYAT: LaNyalla dan Rocky Gerung dalam dialog nasional di Solo, Jawa Tengah. | Foto: Barometerjatim.com/IST
ELITE BANGSA PRO RAKYAT: LaNyalla dan Rocky Gerung dalam dialog nasional di Solo, Jawa Tengah. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SOLO, Barometerjatim.com – Pengamat politik, Rocky Gerung menilai saat ini hanya Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti elite bangsa yang pro rakyat.

Menurut Rocky, LaNyalla membuktikan dengan suara kritisnya menolak aturan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen.

Dia menjelaskan, presidential threshold berimplikasi kepada pengebirian kedaulatan rakyat. Dengan melawan atau menolak PT 20 persen, berarti mengembalikan kedaulatan rakyat.

“Selama ini Capres-Capres yang muncul di media belum terbukti ingin kembalikan kedaulatan di tangan rakyat,” kata Rocky saat menjadi narasumber dalam Dialog Nasional Peringatan 25 Tahun Mega-Bintang bertema Kedaulatan Rakyat versus Oligarki dan KKN di Solo, Jawa Tengah, Minggu (5/6/2022).

“Kita belum mendengar Anies, Prabowo, Ganjar atau lainnya yang meminta agar tidak ada ambang batas pencalonan presiden atau PT 0 persen. Hanya LaNyalla yang sudah bicara ke mana-mana dan bahkan secara lembaga sudah melakukan gugatan Pasal 222 ke MK,” sambungnya.

Karena itu, Rocky mengajak untuk memastikan gerakan yang konkret agar Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus Pasal 222 di UU Pemilu.

“Ini harus dinolpersenkan, supaya semua anak bangsa bisa berkesempatan sama menjadi pemimpin nasional. Kalau MK menolak, mungkin akan muncul PPP alias Partai People Power. Atau karena rakyat yang ingin berpartisipasi telah dihalangi oleh aturan Pemilu, maka perlu juga adanya Gerakan LBP atau Liga Boikot Pemilu,” paparnya.

Rocky juga mengatakan jika LaNyalla masuk dalam kriteria pemimpin nasional yang tepat. Ada tiga parameter pemimpin nasional yang baik menurutnya.

“Pak LaNyalla ini jarang sekali masuk dalam survei Capres yang dirilis lembaga survei. Padahal, menurut saya beliau masuk dalam tiga parameter pemimpin versi saya,” katanya.

Parameter pertama adalah Etikabilitas. Menurut Rocky, pemimpin harus memiliki etika yang tinggi dan moral yang bersih, tidak suka berbohong, juga tidak memperkaya diri atau korupsi.

“Parameter kedua adalah intelektualitas. Pemimpin harus pintar, cakap, dan mempunyai konsep komprehensif tentang Indonesia,” jelasnya.

Ketiga barulah parameter elektabilitas. Dalam pandangan Rocky, elektabilitas ini merupakan gabungan dari ukuran tentang etika dan kekuatan pola pikir pemimpin.

“Ketiga parameter atau kriteria itu dimiliki oleh semua pemimpin saat awal bangsa ini berdiri. Bagaimana kita melihat Natsir, Hatta, Soekarno dan lainnya. Pemimpin dengan karakter seperti itu yang hilang pada diri elite yang berkuasa saat ini,” ucapnya.

Disebut karena Berani

Ditambahkan Rocky, nama LaNyalla selalu disebut terus oleh rakyat karena berani menyalakan gagasan melawan ketidakadilan. Karena ada elite di dalam kekuasaan mempunyai pemikiran jernih dan independen dalam melihat Indonesia yang bopeng dan buruk ini.

Makanya positioning itu harus dimanfaatkan. Apalagi bangsa ini juga membutuhkan sosok yang tepat.

“Paling tidak dari Solo ini ada sesuatu yang akhirnya bisa tersambung kepada kekuatan publik. Atau dari sini ada cahaya sehingga membukakan mata rakyat yang merindukan adanya pemimpin alternatif. Kita tinggal pilih mau menyala atau padam,” paparnya.

Sementara itu Deklarator Mega Bintang, Mudrick Setiawan M Sangidoe mengatakan modal untuk menjadi pemimpin adalah keberanian. Karena keberanian itu penting. Tak punya keberanian berarti lemah. Tanpa keberanian artinya tak punya bargaining.

“Jadi keberanian adalah kekuatan. Saat ini yang dibutuhkan adalah orang yang punya keberanian, tidak perlu kakehan teori yang mbelgedhes. Makanya dengan hadirnya para aktivis dan lainnya hari ini, semoga akan hadir Musa-Musa baru yang bisa hancurkan Firaun-Firaun di negara ini,” tegasnya.

Dialog dihadiri LaNyalla yang didampingi Staf Khusus Sefdin Syaifudin dan Togar M Nero. Hadir pula Abdul Kharis Almasyhari (Wakil Ketua Komisi I DPR RI), Ferry Juliantono (Sekjen Syarikat Islam), M Jumhur Hidayat (Ketua KSPSI), dan sejumlah tokoh lainnya.

» Baca berita terkait Pilpres 2024. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -