Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Anies-AHY Umbar Keakraban di Arena Sirkuit Formula E, Sinyal Kuat Bakal Duet di 2024?

Berita Terkait

DUET IDEAL DI 2024?: Anies Baswedan sambut AHY yang menonton balapan Formula E di Sirkuit Ancol, Jakarta Utara. | Foto: IST
DUET IDEAL DI 2024?: Anies Baswedan sambut AHY yang menonton balapan Formula E di Sirkuit Ancol, Jakarta Utara. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menonton langsung balapan Formula E di Sirkuit Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (4/6/2022).

Kehadiran politikus yang juga anak Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu disambut hangat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Keduanya pun tampak berbincang akrab, mengumbar keakraban.

AHY selama ini dikenal menaruh perhatian khusus terhadap energi baru dan terbarukan (EBT) termasuk mobil listrik. Dia mengapresiasi lomba Formula E sebagai salah satu bentuk pencapaian untuk transisi energi bersih yang lebih cepat.

“Formula E bentuk pencapaian transisi energi bersih,” tandas suami artis Annisa Larasati Pohan tersebut dalam keterangannya.

Di luar energi bersih, keakraban Anies-AHY karuan saja menjadi perbincangan publik, lantaran keduanya gencar disebut-sebut sebagai pasangan ‘kuda hitam’ di antara duet bakal Capres-Cawapres lainnya.

Terlebih dalam survei nasional yang dilakukan Indonesia Political Opinion, 23-28 Mei 2022, simulasi pasangan Anies-AHY meraih elektabilitas 27,1 persen, lebih tinggi dari Puan Maharani-Ganjar Pranowo (26,8 persen).

Bahkan jauh di atas duet Airlangga Hartarto-Ganjar Pranowo (18,5 persen) atau Puan Maharani-Erick Thohir (14,6 persen). margin of error dalam survei ini 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden dan sejumlah kalangan juga menganggap duet Anies-AHY paling pas, mewakili kekuatan nasionalis-religius yang selama ini mewarnai panggung politik Indonesia, sekaligus mengakhiri politik polarisasi yang nyaris membelah Indonesia.

Selain itu, dengan usia 40-50-an tahun, keduanya dianggap lebih tepat mewakili anak-anak muda Indonesia yang jumlahnya kian mendominasi masyarakat. Diperkirakan pada Pemilu 2024, jumlah pemilih muda mencapai sekitar 65 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Tak berhenti di situ, keduanya juga memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memimpin arus perubahan serta perbaikan di Indonesia, serta kembali membawa Indonesia menjadi warga dunia yang aktif terlibat ikut menyelesaikan berbagai persoalan global.

» Baca berita terkait Pilpres 2024. Baca juga tulisan terukur lainnya Rofiq Kurdi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -