Kamis, 07 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Prabowo Sebut Capres Tak Harus Dirinya, Gerindra Jatim: Itu Bentuk Kerendahan Hati

Berita Terkait

PRABOWO HUMBLE: Anwar Sadad, Prabowo sebut Capres tak harus dirinya karena rendah hati. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
PRABOWO HUMBLE: Anwar Sadad, Prabowo sebut Capres tak harus dirinya karena rendah hati. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Entah karena ingin menjadi “king maker” atau sekadar basa basi politik, Ketua Umum DPP Gerindra yang juga Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menyatakan calon presiden (Capres) di 2004 tak harus dirinya.

Pernyataan itu disampaikan Parabowo pada wartawan usai bertemu Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh di Nasdem Tower, Menteng, Jakarta, Rabu (1/6/2022). “Tidak harus Prabowo, siapa saja.”

Lantas, apa reaksi kader di daerah yang selama ini getol menginginkan ketua umumnya nyapres di 2024? “Beliau menyebut tidak harus dirinya, itu sebenarnya bentuk kerendahan hati. Beliau itu humble,” nilai Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad, Kamis (2/6/2022).

Prabowo tetap rendah hati, lanjut Sadad, meski mayoritas lembaga survei menempatkannya di posisi pertama sebagai Capres pilihan masyarakat. Elektabilitasnya selalu masuk dua besar survei.

“Bisa dilihat sendiri dengan data di lembaga-lembaga survei yang sudah merilis, Pak Prabowo selalu di urutan teratas, minimal selalu dua besar,” tandas politikus yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut.

Nah, atas dasar survei itulah, Sadad meyakini Prabowo tetap akan nyapres di 2024 dan menjadi Presiden RI berikutnya. Terlebih kader di bawah, termasuk Jatim, sangat solid memberi dukungan.

“Bisa dikatakan itu the last battle dan komitmen kader Gerindra Jatim untuk mengantar beliau sebagai presiden. Kader selalu menyuarakan Pak Prabowo agar maju sebagai Capres,” tegasnya.

Politikus keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan yang akrab disapa Gus Sadad Sadad itu juga meyakini, kerendahan hati itu menunjukkan Prabowo selalu mendengar saran dari para kiai yang disowaninya.

“Saya yakin itu juga saran dari tokoh-tokoh ulama yang beliau temui, bahwa menurut ajaran agama jabatan tidak boleh diminta karena itu merupakan amanah,” ucapnya.

» Baca berita terkait Pilpres 2024. Baca juga tulisan terukur lainnya Rofiq Kurdi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -