Jadi Mensos, Risma Malah Merasa Alami Kemunduran, Kok?

KUNKER KE SURABAYA: Menteri Sosial, Tri Rismaharini saat kunjungan kerja di Kota Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/IST
KUNKER KE SURABAYA: Menteri Sosial, Tri Rismaharini saat kunjungan kerja di Kota Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Menjabat Menteri Sosial, Tri Rismaharini malah merasa mengalami kemunduran. Kok? Sebab, sistem terkait pelayanan publik di kementerian yang dipimpinnya mulai 23 Desember 2020 itu dinilai belum canggih.

Padahal, dalam dua periode menjadi wali kota Surabaya, perempuan yang akrab disapa Risma tersebut sukses membuat sistem pelayanan kepada masyarakat di Kota Pahlawan berbasis elektronik.

Risma pun mengajak jajarannya di Kemensos melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Surabaya untuk melihat kecanggihan sistem milik Pemkot itu, Sabtu (16/1/2021). Salah satu tempat yang dikunjungi yakni Command Center 112 di Siola.

“Ya teman-teman saya kasih tahu, lha aku ini mundur jadinya. Lha aku dulu semuanya elektronik, sekarang aku masih nulis, pakai bolpoin lagi, he.. he.. Lha saya tunjukkan, ketika (jadi) Mensos mundur, he.. he..” kata Risma tergelak.

“Jadi saya tunjukkan teman-teman, bahwa kita semua sudah elektronik dan semua sudah bisa dimonitor secara elektronik,” sambung perempuan yang juga ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan itu yang bertolak ke Surabaya usai meninjau kondisi gempa di Mamuju, Sulawesi Barat.

Apakah sistem Command Center 112 akan diterapkan di Kemensos? “Ya tadi ngomongnya gitu, tapi masih tidak bisa kan, karena jangan sampai kita bersinggungan dengan daerah. Nanti aku dikira pencitraan lagi,” katanya seraya tersenyum.

Selain Command Center 112, Risma yang didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat dan Dirjen Pemberdayaan Sosial, Edi Suharto juga meninjau sejumlah lokasi pelayanan publik lainnya.

Di antaranya Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) dan Koridor Co-Working Space yang berada di Mal Pelayanan Publik Siola, UPTD Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih, Kampung Anak Negeri, Sentra UMKM Dolly, hingga Taman Makam Pahlawan (TMP) di Mayjend Sungkono Surabaya.

Sementara terkait penanganan korban gempa di Mamuju, Risma menuturkan sempat terkendala pengiriman bantuan logistik karena akses jalan dari Makasaar menuju Mamuju terputus karena longsor, tapi kini mulai teratasi.

Alhamdulillah kita sudah mulai jalan (logistik), karena kemarin sempat berputar dari Makassar ke Mamuju itu nambah enam jam. Mudah-mudahan hari ini longsoran itu bisa diangkat, sehingga Makassar ke Mamuju bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Sedangkan soal banjir di Kalimantan Selatan, Risma menyatakan saat ini pihaknya sedang mobilisasi bantuan, termasuk mengerahkan Tagana (Taruna Siaga Bencana) untuk mendukung rehabilitasi.

“Pokoknya ada (Tagana) di daerah sekitar kita kerahkan. Mereka yang tidak terdampak kita kerahkan di situ, kita juga bawa Tagana yang dari Mamuju, dari Palu dan sebagainya,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Risma, Kemensos