Sabtu, 21 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Reses, Anggota DPRD Surabaya Dicurhati MBR soal Keterbatasan Kuota Internet

Berita Terkait

RESES: Anas Karno, dicurhati soal kuota internet saat jaring aspirasi masyarakat di Menur. | Foto: Barometerjatim.com/IST
RESES: Anas Karno, dicurhati soal kuota internet saat jaring aspirasi masyarakat di Menur. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno mendapat sejumlah aspirasi dari warga saat melakukan reses di Menur, Senin (14/2/2022) malam. Di antaranya soal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan sejak masa pandemi.

Ketua RT 03/RW 09 Menur 3, Paiman mengatakan, tidak sedikit siswa dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di permukimannya yang kesulitan mengikuti PJJ karena keterbatasan kuota internet.

“Sejak 2020, saya pernah mengajukan pemasangan wifi lewat acara reses seperti ini tapi belum juga terealisasi,” keluhnya.

Lantaran tidak mendapatkan respons positif, Paiman kemudian berinisiatif memasang wifi secara mandiri, bekerja sama dengan salah satu provider.

“Saya ajak anak-anak di sekitar rumah untuk belajar di rumah saya. Ketika sekolah tatap muka 100 persen diizinkan kita terbantu, namun sekolah PTM kembali dibatasi karena PPKM level 2,” ucapnya.

Paiman berharap, Pemkot Surabaya segera merealisasikan pemasangan wifi di permukimannya untuk membantu siswa belajar online.

Menanggapi keluhan warga, Anas meminta Dinas Kominfo Surabaya segera merealisasikan kebutuhan warga. “Kebetulan Dinas Kominfo ada di bidang kita, Komisi B. Ini persoalan penting karena menyangkut pendidikan,” katanya.

Kalau keluhan tersebut tidak segera mendapat respons, tegas Anas, dirinya secara pribadi yang akan memasang wifi di kawasan permukiman tersebut. “Kita harus gerak cepat karena ini persoalan penting,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anas juga menjaring aspirasi soal insentif terhadap para pemungut sampah di kawasan pemukiman.

“Soal ini memang sudah menjadi konsen saya sejak dilantik menjadi anggota dewan pada 2019. Ini juga penting karena mereka ini merupakan ujung tombak kebersihan,” terangnya.

Anas berharap, keberadaan mereka juga diperhatikan Pemkot Surabaya. “Seperti perhatian terhadap modin dan lain-lainnya yang diberi insentif,” ungkapnya.

Keluhan warga lainnya, yakni terkait proyek pembangunan infrastuktur yang mulai tahun 2019 sampai sekarang belum terealisasi.

“Semoga saja di tahun ini segera terealisasi melalui Musrenbang, karena pemerintah kota sudah menyiapkan anggarannya,” pungkas Anas.

» Baca berita terkait DPRD Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -