Senin, 05 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

DPRD Surabaya Soroti ASN Huni Rusunawa: MBR yang Antre 11 Ribu, Tahu Dirilah!

Berita Terkait

UNTUK MBR: Salah seorang penghuni Rusunawa Penjaringansari, MBR atau mapan secara ekonomi? | Foto: Barometerjatim/IST
UNTUK MBR: Salah seorang penghuni Rusunawa Penjaringansari, MBR atau mapan secara ekonomi? | Foto: Barometerjatim/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tak hanya Komisi A, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, AH Thony juga angkat bicara soal adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) menghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang dikelola Pemkot Surabaya. Sebab peruntukannya jelas: Buat Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Kalau masih ada ASN yang menghuni Rusunawa, maka rekomendasi saya dengan melihat ledakan MBR di Surabaya, mestinya mereka tahu dirilah. Tanpa didata pun, mestinya mereka tahu diri dan mencari tempat di luar Rusunawa. Jadi, kita imbau untuk tahu dirilah,” tegas AH Thony, Jumat (4/2/2022).

Menurutnya, ASN juga memiliki gaji di atas UMK dan kontinyu. Bahkan, pendapatan ASN Pemkot Surabaya terkenal tinggi, sehingga sudah semestinya mereka mencari tempat tinggal lain di luar Rusunawa.

“Selain itu, semangat untuk pindah ke tempat lain itu seharusnya dipadupadankan dengan spirit wali kota Surabaya yang ingin segera menuntaskan jumlah ledakan MBR yang saat ini luar biasa. Bahkan, banyak di antara MBR itu tidak memiliki tempat hunian yang layak,” paparnya.

“Nah, kalau para ASN ini keluar dari Rusunawa, maka bisa diisi MBR sehingga antreannya yang tembus 11 ribu itu bisa berkurang dan mereka punya tempat tinggal layak,” sambungnya.

Legislator asal Partai Gerindra ini juga meminta para ASN yang masih tinggal di Rusunawa untuk tidak masuk ke dalam ‘zona nyaman’. Sebab, cepat atau lambat mereka akan segera dipindahkan dari Rusunawa tersebut, karena peruntukan bukan untuk ASN tapi MBR.

Sementara itu Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Herlina Harsono Njoto mengatakan penghuni Rusunawa harus dikembalikan pada Peraturan Daerah (Perda) yakni penghuninya harus MBR.

Dia pun meminta Pemkot Surabaya untuk melakukan pengecekan secara keseluruhan terhadap penghuni Rusunawa, karena permasalahan penghuni Rusunawa bukan hanya soal ditempati ASN, tapi lebih dari itu.

“Idealnya Rusunawa itu untuk MBR, makanya kalau koreksi mau dilakukan harus keseluruhan. Misalnya ada penghuni Rusunawa itu yang sudah punya mobil, bisa dipastikan bukan MBR. Bahkan ruangannya juga ada yang dipasangi AC,” katanya.

» Baca berita terkait DPRD Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -