Raih Penghargaan, Ini Deretan Jasa Muslimat NU untuk Bangsa

PERAN BESAR: Jamaah Muslimat NU. Inset: Khofifah terima penghargaan dari Mendagri. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PERAN BESAR: Jamaah Muslimat NU. Inset: Khofifah terima penghargaan dari Mendagri. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

JAKARTA, Barometerjatim.com – Apresiasi tinggi diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Banom perempuan NU itu diganjar penghargaan kategori khusus Bakti Sepanjang Masa (Long Life Achievement) untuk Indonesia.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian kepada Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa lewat acara Penganugerahan Penghargaan Ormas 2019 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Ada delapan kategori dalam penghargaan ini, yakni bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan, tata kelola pemerintahan, penanggulangan bencana, kebudayaan, kesehatan, lingkungan hidup, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Penghargaan juga diberikan untuk kategori Pemerintah Daerah (Pemda) pembina Ormas dan kategori khusus bakti sepanjang masa untuk Indonesia. Selain Muslimat NU, penerima Long Life Achievement di antaranya Aisyiyah, Ornom Muhammadiyah.

“Terima kasih untuk apresiasi ini. Muslimat NU menjadikan Indonesia sebagai rumah besar gerakan perempuan NU sejak awal proklamasi kemerdekaan. Penghargaan ini memotivasi kami untuk berbuat lebih banyak lagi untuk republik ini,” kata Khofifah.

Khofifah menuturkan, saat ini jumlah anggota Muslimat NU diperkirakan sekitar 32 juta orang. Jumlah tersebut berasal dari jamaah yang tersebar di 34 Pimpinan Wilayah (PW), 524 Pimpinan Cabang (PC), 2.295 Pimpinan Anak Cabang (PAC), dan 26.000 Pimpinan Ranting (PR).

Jumlah tersebut, termasuk jamaah yang tersebar di luar negeri dalam wadah Pimpinan Cabang Istimewa (PCI). Saat ini PCI Muslimat NU terbentuk di Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Arab Saudi, Sudan, Belanda, dan Inggris.

Menurut Khofifah, dalam bergerak, Muslimat NU bukan hanya berbicara soal kuantitas, tapi juga komitmen untuk berperan aktif membangun negeri melalui layanan pendidikan, sosial keagamaan, kesehatan serta ekonomi.

Wujudnya bisa dilihat. Di sektor pendidikan, saat ini Muslimat NU membina sekitar 9.800 TK dan RA, 16.500-an Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), 6.800-an PAUD di bawah naungan perangkat Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPMNU).

Di bidang kesehatan, lewat Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKMNU), saat ini mengelola 74 rumah sakit dan klinik. Satu hal membanggakan lainnya di bidang ini, klinik hemodialisis Muslimat NU untuk kali pertama di Indonesia mendapatkan ISO. YKMNU bahkan merekomendasikan pendirian RS Ginjal.

Lalu di bidang sosial, saat ini mengelola 134 panti asuhan. Berikutnya di bidang ekonomi memiliki Induk Koperasi An-Nisa’ (Inkopan), serta 143 koperasi primer An-Nisa’ serta lebih 69 ribu majelis taklim.

Tak hanya secara jam’iyah. Pengurus Muslimat NU juga andil dalam mengelola pemerintahan daerah. Selain di level gubernur ada Khofifah, di level bupati dan wali kota lebih banyak lagi. Di antaranya Bupati Tegal, Umi Azizah; Bupati Jombang, Mundjidah Wahab; hingga Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah.

Khofifah mengingatkan, saat ini pekerjaan rumah terbesar bagi perempuan Indonesia adalah memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, mengingat upaya memecah belah bangsa sudah masuk hingga wilayah privat keluarga.

“Peran Ibu jauh lebih besar dari sekadar mengasuh dan membesarkan anak dan juga mengurus keluarga,” kata mantan Menteri Sosial tersebut.

“Ibu punya peran strategis menanamkan rasa cinta tanah air, persatuan dan kesatuan bangsa, serta menghindarkan keluarga dari pengaruh narkotika, radikalisme, terorisme, dan lain sebagainya,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Khofifah, Muslimat NU