4 Tokoh Muslimat NU Warnai Kepala Daerah di Jatim

FENOMENA MUSLIMAT NU: Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Mundjidah Wahab, dua tokoh Muslimat NU di panggung kepala daerah di Jawa Timur. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR/IST
FENOMENA MUSLIMAT NU: Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Mundjidah Wahab, dua tokoh Muslimat NU di panggung kepala daerah di Jawa Timur. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Muslimat NU menghentak! Banom perempuan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut sukses menempatkan empat tokohnya sebagai kepala daerah di Jatim. Puncaknya ketua umum mereka, Khofifah Indar Parawansa memenangi Pilgub Jatim 2018.

Khofifah bersama tiga tokoh Muslimat NU lainnya, Mundjidah Wahab (ketua PC Muslimat NU Jombang), Ita Puspita Sari (pengurus bidang di PC Muslimat NU Mojokerto) serta Anna Mu’awanah (pengurus PP Muslimat NU) menjadi warna tersendiri dari fenomena the power of emak-emak di Jatim.

Kekuatan Muslimat NU di panggung kepala daerah di Jatim kian ‘menggurita’ jika ditambah dengan wakil wali kota/wakil bupati, yakni Kartika Hidayati (wakil Bupati Lamongan/ketua PC Muslimat NU Lamongan) serta Lilik Muhibbah (wakil wali kota Kediri terpilih/ketua PC Muslimat NU Kota Kediri).

• Baca: Dipimpin Khofifah, Emak-emak Jadi Fenomena di Jatim

Sebelumnya, Pilkada serentak 2018 memunculkan fenomena the power of emak-emak di Jatim. Lima emak akan memimpin dan menjadi kekuatan di lima wilayah, setelah memenangi Pilkada versi quick count sejumlah lembaga survei dan hitung cepat KPU lewat Sistem Informasi Penghitungan (Situng).

Kelima emak tersebut yakni Khofifah Indar Parawansa (gubernur Jatim terpilih), Puput Tantriana (bupati Probolinggo terpilih), Mundjidah Wahab (bupati Jombang terpilih), Ita Puspita Sari (wali kota Mojokerto terpilih) serta Anna Mu’awanah (bupati Bojonegoro terpilih).

Mereka akan melengkapi kekuatan lima emak lainnya yang lebih dahulu memimpin, yakni Tri Rismaharini (wali kota Surabaya), Faida (bupti Jember), Haryanti Sutrisno (bupati Kediri), Dewanti Rumpoko (wali kota Batu) serta Rukmini Buchori (wali kota Probolinggo).

Indahnya Demokrasi

KADER MUSLIMAT NU: Bupati Bojonegoro terpilih, Anna Mu'awanah (tengah) bersama pengurus PP Muslimat NU saat Kongres ke-17 Muslimat NU di POndok Gede, Jakarta. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
MUSLIMAT NU DI PANGGUNG KEPALA DAERAH: Bupati Bojonegoro terpilih, Anna Mu’awanah (tengah) bersama pengurus PP Muslimat NU saat Kongres ke-17 Muslimat NU di Pondok Gede, Jakarta. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Bagi Anggota Dewan Pertimbangan Partai Nasdem, Hayono Isman, fenomena the power of emak-emak ini — khususnya kepala daerah dari Muslimat NU — menunjukkan indahnya demokrasi yang terbangun di Jatim.

“Inilah indahnya demokrasi yang kita bangun. Kalau di era lalu enggak mungkin akan terjadi seperti ini. Jadi kalau saya mendengar omongan orang-orang ingin kembali ke masa lalu, saya heran. Justru masa sekarang inilah yang berkah bagi Indonesia,” paparnya.

• Baca: Khofifah-Emil Menang, Nasdem: Muslimat NU Paling Berperan

Terpenting, menurut Hayono, demokrasi diperbaiki secara terus-menerus supaya semakin beradab. “Dan Jatim, menurut hemat saya, sudah menunjukkan demokrasi yang beradab. Demokrasi yang betul-betul bernilaikan Pancasila, itu sudah terlihat di Pilgub Jatim,” katanya.

Tetapi, tandas Hayono, masyarakat tidak hanya melihat Muslimat NU-nya melainkan figurnya. “Seperti Mbak Khofifah yang dilihat ya Mbak Khofifah-nya. Bukan embel-embel lain, tentunya dukungan Muslimat NU dan partai pengusung juga penting,” jelasnya.

» 4 KEPALA DAERAH DARI MUSLIMAT NU

  1. Khofifah Indar Parawansa – Gubernur Jatim Terpilih
  2. Mundjidah Wahab – Bupati Jombang Terpilih
  3. Ita Puspita Sari – Wali Kota Mojokerto Terpilih
  4. Anna Mu’awanah – Bupati Bojonegoro Terpilih