Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Rangkap Jabatan

PWNU Jatim Minta Kiai Miftach Tak Mundur dari MUI, Lha Bagaimana dengan AHWA?

Berita Terkait

TAK MUNDUR: Hasil rapat PWNU Jatim (inset) di Kediri, minta Kiai Miftach tak mundur dari Ketum MUI. | Foto: Barometerjatim/IST
TAK MUNDUR: Hasil rapat PWNU Jatim (inset) di Kediri, minta Kiai Miftach tak mundur dari Ketum MUI. | Foto: Barometerjatim/IST
- Advertisement -

KEDIRI, Barometerjatim.com – Meski tim Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) minta KH Miftachul Akhyar tak rangkap jabatan setelah terpilih sebagai rais aam PBNU, PWNU Jatim justru memohon agar Kiai Miftach tidak mundur dari jabatan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kami memohon kepada rais aam PBNU untuk tidak mundur dari ketua umum MUI untuk kepentingan kemaslahatan yang lebih besar bagi agama, bangsa dan negara, serta mengusulkan kepada seluruh PWNU se-Indonesia agar bersikap serupa dengan PWNU Jatim,” kata Sekretaris PWNU Jatim, Prof Akh Muzakki.

Pernyataan Muzakki tersebut merupakan satu dari lima poin hasil rapat gabungan PWNU Jatim yang dipimpin Rais Syuriah KH Anwar Manshur dan Ketua Tanfidziyah KH Marzuki Mustamar di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri, Selasa (28/12/2021).

Sebelumnya, dalam Muktamar ke-34 di Lampung, forum AHWA yang berisikan sembilan kiai sepuh sepakat memilih Kiai Miftach sebagai rais aam PBNU periode 2021-2026.

Selain Kiai Miftach (395 suara), delapan kiai sepuh lainnya yakni KH Dimyati Rais (Jawa Tengah/503 suara), KH A Mustofa Bisri (Jawa Tengah/494 suara), KH Ma’ruf Amin (Banten/458 suara), KH Anwar Manshur (Jawa Timur/408 suara), TGH Turmudzi Badruddin (NTB/403 suara), KH Nurul Huda Jazuli (Jawa Timur/384 suara), KH Ali Akbar Marbun (Sumatera Utara/309 suara) dan KH Zainal Abidin (Sulawesi Tengah/272 suara).

Kiai Zainal menuturkan, setelah memilih Kiai Miftach, forum AHWA kemudian berpandangan bahwa rais aam tidak merangkap jabatan di organisasi lain dan harus fokus pada pembinaan di PBNU.

“Kami berdialog dengan rais aam terpilih, dia bilang sami’na wa atona,” kata Kiai Zainal. Sekadar tahu, Kiai Miftach menjabat Ketua Umum MUI sejak terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 MUI pada 25-27 November 2020.

» Baca berita terkait PWNU Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Retna Mahya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -