Punya 4 Kursi, Kenapa PSI Telat ‘Berisik’ di Pilwali Surabaya?

PILWALI SURABAYA: PSI sempat membangun komunikasi dengan Gus Hans dalam proses Pilwali Surabaya. | Foto: IST
PILWALI SURABAYA: PSI sempat membangun komunikasi dengan Gus Hans dalam proses Pilwali Surabaya. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Memiliki empat kursi di DPRD, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukanlah Parpol gurem di Surabaya. Jumlah kursinya bahkan lebih banyak dari PAN (3), Nasdem (3), atau bahkan PPP (1).

Tapi mengapa PSI terkesan telat ‘berisik’ di Pilwali Surabaya 2020, bahkan baru menyatakan dukungan ke Eri Cahyadi-Armuji setelah pasangan calon tersebut direkomendasi PDIP?

Ketua DPW PSI Jatim, Teguh Cahyadin menjelaskan, konteks lambat tersebut karena partainya cukup hati-hati dalam memilih figur dan tokoh yang akan diusung di Pilwali Surabaya.

“Sejak awal kita sudah komunikasi intens dengan teman-teman partai lagi, tapi ada beberapa pertimbangan PSI terkait dengan tokoh dan figur yang akan diusung. Makanya PSI benar-benar mempertimbangkan secara masak,” katanya kepada Barometerjatim.com, Kamis (3/9/2020).

Di awal proses Pilwali Surabaya, lanjut politikus yang akrab disapa Gus Adim tersebut, beberapa tokoh yang dihitung benar selain Machfud Arifin yang sudah leading awal, ada nama Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans.

“Kita sudah konsolidasi benar sama Gus Hans. Pak Eri Cahyadi kita juga konsolidasi, sama Bro Andy Budiman orang internal PSI juga sudah konsolidasi,” katanya.

Artinya, lanjut Gus Adim, orang-orang ini yang nantinya diharapkan akan memberikan wajah baru di Kota Surabaya. Jadi PSI tidak diam, tapi bergerak masif mesti tidak terlalu terlihat di permukaan.

Dia mencontohkan, PSI sempat mengobrolkan siap mengusung Gus Hans asalkan Partai Golkar memberikan dukungan untuk membentuk poros ketiga.

“Lalu dengan Pak Eri, jika tidak diusung PDIP, kita juga akan membikin poros ketiga, bisa jadi Pak Eri sama Gus Hans, atau Pak Eri sama Pak Andy Budiman dari PSI, itu sudah kita soundingkan,” katanya.

Tegasnya, PSI tidak melihat partai tapi lebih ke figur. “Itu yang paling penting bagi kami, agar PSI benar-benar bisa mengoptimalkan mesin partai untuk figur yang kita dukung,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya