Pungkasi Safari HSN di Jatim, Gerindra Sowan Rais Aam PBNU

SOWAN RAIS AAM: Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani berbincang hangat dengan KH Maiftachul Akhyar. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SOWAN RAIS AAM: Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani berbincang hangat dengan KH Maiftachul Akhyar. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani memungkasi safari Hari Santri Nasional (HSN) di Jatim dengan mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Miftachus Sunnah asuhan Rais Aam Pengurus Besar Nahlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar di Kedung Tarukan, Surabaya, Jumat (22/10/2021) sore.

Sebelumnya, selama dua hari, Muzani keliling Jatim mengunjungi sejumlah Ponpes. Di antaranya Ponpes Sidogiri Pasuruan asuhan KH Ach Fuad Noer Hasan, Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo asuhan KH Hasan Mutawakkil Alallah, serta Ponpes Wali Songo Situbondo asuhan KHR Kholil As’ad.

Kunjungan Muzani ke Ponpes Miftachus Sunnah didampingi sejumlah pengurus DPP, DPD, DPC, serta anggota DPR RI dan DPRD dari Fraksi Partai Gerindra. Termasuk pula Ketua DPD Partai Gerindra Jatim yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad.

Alhamdulillah, hari ini hari bersarung ya,” kata Kiai Miftach sambil tersenyum, menyambut kedatangan pengurus Partai Gerindra yang sebagian besar datang mengenakan sarung.

Muzani lalu menyampaikan, meski Gerindra partai nasionalis namun Ketua Umumnya, Prabowo Subianto selalu mengingatkan agar pengurusnya tidak jauh dari ulama, pesantren, serta rajin silaturahmi.

Termasuk di Hari Santri ini, Gerindra keliling ke pesantren selain untuk silaturahmi juga melihat dan meminta nasihat ke kiai terkait kondisi yang terjadi di masyarakat.

Di Hari Santri Nasional ini, Gerindra juga melakukan ziarah ke makam pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari di kompleks Ponpes Tebuireng, Jombang untuk menapaktilasi Resolusi Jihad.

“Memang Pak Prabowo benar-benar mengingatkan kami, kalau kiai itu hidupnya tidak lepas dari kehidupan rakyat. Maka kalau ingin tahu kehidupan rakyat, lihatlah kiai, mintalah saran dan nasihatnya, supaya perjuangan tidak melenceng” kata Muzani.

Kiai Miftah pun berterima kasih atas kunjungan dari para pengurus Gerindra. “Terima kasih kami dirawuhi (dikunjungi) para petinggi Gerindra,” ucap kiai yang juga ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

Kuat Aroma Keagamaan

DOA RAIS AAM: KH Maiftachul Akhyar mendoakan Partai Gerindra dan bangsa Indonesia. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DOA RAIS AAM: KH Maiftachul Akhyar mendoakan Partai Gerindra dan bangsa Indonesia. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Mantan ketua PWNU Jatim itu lantas teringat kalau pendirian Gerindra sangat kuat aroma keagamaannya, karena mencerminkan gabungan spirit dua sunan.

“Saya ingat dulu Gerindra itu kan gabungan dari Sunan Giri dan Sunan Drajat, menjadi Gerindra. Katanya Pak Prabowonya yang dari Sunan Giri, Kiai Ghofur dari Drajat. Jadi kelahirannya sangat kuat bau keagamaannya,” katanya.

Mendengar cerita Kiai Miftach, pengurus Gerindra menyimak dengan khidmat dan suasana sempat berubah hening. Tiba-tiba Kiai Miftah memecah keheningan, “Boleh ngerokok kok di sini,” katanya disambut ger-geranan pengurus Gerindra.

Obrolan pun berlangsung semakin gayeng laiknya keluarga besar. Maklum, sejumlah pengurus Gerindra yang turut mendampingi Muzani juga berasal dari NU. Di antaranya KH Irfan Yusuf Hasyim alias Gus Irfan, cucu KH Hasyim Asy’ari.

Lalu Anwar Sadad yang keluarga Ponpes Sidogiri Pasuruan, serta Ra Imron Amin dzuriyah Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan. “Ini adiknya Bupati Bangkalan (Ra Abdul Latif Amin Imron),” kata Muzani.

Setelah hampir satu jam bertamu, Muzani yang juga wakil ketua MPR RI dan rombongan kemudian pamit untuk kembali ke Jakarta sekaligus memungkasi safari Gerindra di Jatim dalam memperingati HSN 2021.

» Baca Berita Terkait Hari Santri Nasional