Pilwali Surabaya, Kandidat yang Ada, Duh.. Jauh dari Harapan!

Agus Maimun: Kandidat wali kota Surabaya pasca Risma jauh dari harapan. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Agus Maimun: Kandidat wali kota Surabaya pasca Risma jauh dari harapan. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sekitar setahun jelang Pilwali Surabaya 2020, kandidat wali kota Surabaya pasca Tri Rismaharini alias Risma makin deras bermunculan.

Seperti yang dimunculkan Komunitas Peduli Indonesia (Kompi) Surabaya. Mereka yakni Whisnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Fandi Utomo (politikus PKB), KH Zahrul Azhar Asad alias Gus Hans (Sekjen JKSN), Eri Cahyadi (kepala Bappeko Pemkot Surabaya), serta Dhimas Anugrah (politikus PSI).

Nama lain di luar radar Kompi dan masuk hasil survei SSC (Surabaya Survey Center) periode 20-31 Desember 2018, yakni Bayu Airlangga (ketua Muda Mudi Demokrat Jatim), M Habibur Rahman alias Gus Habib (politikus PPP), M Abid Umar alias Gus Abid (ketua Ansor Jatim), dan M Nur Arifin (Wabup Trenggalek).

Namun dari nama-nama yang beredar kencang tersebut, Ketua Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Jatim, Agus Maimun menilai semuanya masih jauh dari harapan untuk memimpin kota sebesar Surabaya.

“Surabaya ini kota terbesar kedua. Jadi kalau seputaran nama-nama itu, duh.. rasanya Surabaya itu kemunduran,” kata Agus pada Barometerjatim.com di Surabaya, Jumat (24/5/2019).

Apalagi tak hanya kota besar, lanjut Agus, Surabaya juga kota dengan jumlah anak muda yang banyak, serta masyarakat yang well educated (terdidik). Belum lagi milenial-nya juga luar biasa.

“Saya kira itu belum menjadi konklusi dari nama-nama tersebut,” katanya. “Masih banyak nama-nama yang layak untuk memimpin di Surabaya,” tandas Agus yang juga ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Jatim.

Lantas kriteria calon wali kota seperti apa yang dibutuhkan Surabaya pasca Risma? Agus melihat potensi Surabaya ke depan harus dipimpin orang-orang muda,  yang secara kepemimpinan bisa menjawab berbagai persoalan di Surabaya dari sisi demografi maupun sosiologi.

“Enggak mungkin Surabaya yang surplus anak muda kreatif, kemudian pemimpinnya zaman old gitu lho ya. Kalau konsep smart city, konsep Surabaya visioner, ya harus dipimpin anak muda yang punya visi jauh ke depan soal kota besar, dan itu banyak sekali,” paparnya.

Surabaya Kota Futuristik

Apakah PAN juga bakal memunculkan kandidat? Agus memastikan partainya akan menawarkan kandidat, memunculkan nama-nama yang bisa diterima masyarakat Surabaya. Caranya bisa lewat survei atau mekanisme lainnya.

“Tapi tentang tokoh-tokoh muda itu menjadi keseriusan. Bukan hanya persoalan usia, tetapi muda itu identik dengan persoalan yang paham tentang karakter, demografi, maupun sosiologi,” jelasnya.

Agus membayangkan Surabaya pasca Risma akan menjadi kota bukan sebatas metropolis, tapi kota futuristik. Kota masa depan, kota yang sangat simpel me-manage wilayah perkotaan dengan teknologi tingkat tinggi dan seterusnya.

“Itu semua hanya bisa dijabarkan oleh visi, dan visi hanya bisa dijabarkan oleh pemimpin yang visioner. Sekali lagi usia tidak sebuah keharusan, tetapi karakteristik visioner itu rata-rata hanya ada pada anak muda,” tegasnya.•

KANDIDAT VERSI KOMPI

  1. Whisnu Sakti Buana (Wawali Surabaya)
  2. Fandi Utomo (politikus PKB)
  3. KH Zahrul Azhar Asad/Gus Hans (Sekjen JKSN)
  4. Eri Cahyadi (kepala Bappeko Pemkot Surabaya)
  5. Dhimas Anugrah (politikus PSI)

KANDIDAT MUDA MASUK SURVEI SSC

  1. Bayu Airlangga (ketua Muda Mudi Demokrat Jatim)
  2. Habibur Rahman/Gus Habib (politikus PPP)
  3. M Abid Umar/Gus Abid (ketua Ansor Jatim)
  4. M Nur Arifin (Wabup Trenggalek)

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya