Pesta Ultah Khofifah Dihujat, SSC: Ini Kecelakaan Elektoral!

KECELAKAAN ELEKTORAL: Mochtar W Oetomo, pesta ultah Khofifah kecelakaan elektoral jelang 2024. | Foto: Barometerjatim.com/DOK/ROY HS
KECELAKAAN ELEKTORAL: Mochtar W Oetomo, pesta ultah Khofifah kecelakaan elektoral jelang 2024. | Foto: Barometerjatim.com/DOK/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sudah mengklarifikasi sekaligus meminta maaf atas pesta ulang tahunnya yang menuai hujatan warganet dan komentar keras dari sejumlah pihak.

Adakah ini berpengaruh terhadap elektabilitas Khofifah, yang disebut-sebut akan kembali maju di Pilgub Jatim maupun running di Pilpres 2024?

“Ini bisa disebut sebagai accident electoral (kecelakaan elektoral),” nilai Pengamat Politik yang juga Direktur Utama Surabaya Survey Center (SSC), Mochtar W Oetomo, Rabu (26/5/2021).

Apalagi jika Khofifah tengah berupaya menaikkan elektoralnya, baik dalam konteks Pilgub Jatim maupun Pilpres 2024, maka kejadian ini justru kontraproduktif. Bisa menjadi accident yang mendekonstruksi berbagai upaya yang sudah dilakukan.

“Besar atau kecil, pasti akan sangat berpengaruh pada persepsi publik terhadap Bu Gubernur, meskipun Sekda (Heru Tjahjono) sudah pasang badan seperti itu. Tapi suasana sekarang ini kan sensitif, apalagi masih terkait dalam polemik pro-kontra larangan mudik,” papar Mochtar.

“Maka ketika ada pejabat tinggi, apalagi sekelas gubernur menggelar ‘pesta’ yang tidak sensitif seperti itu, ya tentu wajar mendapatkan respons begitu luar biasa dari netizen, dari publik. Ini pasti sedikit banyak akan berpengaruh terhadap elektoral beliau.”

Apalagi, lanjut Mochtar, sifat opini publik susah direkonstruksi ulang. Dengan demikian, kalau sudah terlanjur terkonstruksi susah sekali dikembalikan dengan cara apapun.

“Dan selalu jawabannya adalah soal waktu. Pada akhirnya karena berkaitan dengan sifat pemilih Indoensia yang sedikit pelupa, nanti waktu yang akan membuat publik lupa,” katanya.

Apalagi pada saat bersamaan, misalnya Khofifah berhasil menunjukkan kesuksesan terkait kinerjanya, pelan-pelan bisa mengembalikan persepsi positif publik.

“Tapi kalau dalam satu dua minggu ini berat. Maka saya cenderung menyebut ini sebagai sebuah accident electoral. Jadi perlu kerja keras lagi,” tandas Mochtar yang juga pengajar S2 di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya.

Elektabilitas Nol Koma

ELEKTABILITAS TERCECER: Survei PKB-ARSC, elektabilitas Khofifah masih tercecer di peringat sepuluh. | Grafis: Survei PKB-ARSC
ELEKTABILITAS TERCECER: Survei PKB-ARSC, elektabilitas Khofifah masih tercecer di peringat sepuluh. | Grafis: Survei PKB-ARSC

Di sisi lain, hingga kini elektabilitas Khofifah sebagai kandidat Capres juga masih nol koma. Merujuk hasil survei nasional Perkumpulan Kader Bangsa (PKB) bersama Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) periode akhir April hingga Awal Mei 2021, Khofifah tercecer di peringat sepuluh (0,66%) top of mind responden.

Posisi puncak ditempati Anies Baswedan (17,01%), disusul Prabowo Subianto (14,31%), Ganjar Pranowo (11,25%), Sandiaga Uno (6,87%), Ridwan Kamil (5,86%), Agus Harimurti Yudhoyono (5,55%), Tri Rismaharini (3,97%), Airlangga Hartarto (3,83%), dan Puan Maharani (2,48%).

Begitu pula dalam survei SSC periode 5 hingga 25 Maret 2021 yang dilakukan di 38 kabupaten/kota di Jatim. Khofifah tercecer di posisi delapan (0,9%) top of mind presiden pilihan milenial. Posisi puncak diduduki Prabowo Subianto (8,9 persen) disusul Tri Rismaharini (7,8 persen).

Pun untuk kategori elektabilitas, Khofifah juga tersendat di posisi tujuh (2,7%). Posisi puncak ditempati Tri Rsimaharini (15%) yang bertukar posisi dengan Prabowo Subianto di peringkat dua (10,8%).

» Baca Berita Terkait Khofifah