Sabtu, 03 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Peringati Hari Laut Sedunia, PKS Prihatin Masih Banyak Nelayan di Garis Kemiskinan!

Berita Terkait

PERHATIKAN NELAYAN: Salim Al Jufri, ajak semua pihak untuk perhatikan masyarakat pesisir. | Foto: Barometerjatim.com/IST
PERHATIKAN NELAYAN: Salim Al Jufri, ajak semua pihak untuk perhatikan masyarakat pesisir. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Dr Salim Al Jufri secara tegas mengajak semua pihak untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Terlebih, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2021 menyebut bahwa masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan masih banyak yang berada di garis kemiskinan.

Menurutnya, hal ini memprihatinkan karena Indonesia merupakan negara dengan garis terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.

“Negara ini sudah memenuhi syarat untuk menjadi negara maju, kekayaan alamnya luar biasa,” ujarnya dalam Festival Laut Dr Salim yang digelar PKS di Pantai Kenjeran Surabaya, Minggu (26/6/2022).

Kegiatan yang mendapat apresiasi dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak itu digelar untuk memperingati Hari Laut Sedunia yang jatuh setiap 8 Juni.

Dalam festivaL tersebut, PKS juga menggelar berbagai kegiatan kemasyarakatan yang dihadiri warga sejak pagi. Mulai dari senam bersama, wisata kuliner dengan program memasak 1000 ikan bakar, bazar UMKM, bersih-bersih pantai, rembug nelayan, hingga pemberian bantuan untuk nelayan.

Melihat nelayan yang masih banyak hidup di garis kemiskinan, Salim berharap PKS bisa terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk bisa memperjuangkan nasib masyarakat pesisir di Indonesia.

Salim juga menginstruksikan seluruh anggota PKS di legislatif maupun eksekutif, untuk mendukung Indonesia menjadi negara maritim yang kuat.

Semangat Gotong Royong

Sementara itu Emil Dardak yang hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, menyebut bahwa PKS selama ini sudah menjadi mitra dalam membangun Jatim.

Melalui kegiatan itu, dia berharap semua elemen bersatu secara bersamaan untuk membangun masyarakat Jatim. “Jika cita-citanya sejahtera, semuanya pasti satu warna, satu suara,” katanya.

Terkait pernyataan Salim soal kemiskinan masyarakat pesisir, Emil mengakui saat ini memang masih ada permasalahan di masyarakat pesisir yang berprofesi nelayan.

“Jika nelayan ini punya tangkapan banyak, kita tidak ingin harganya tersandera. Ini yang masih harus kita perjuangkan bersama. Mari bersama sejahterakan nelayan dengan gotong royong,” katanya.

Hal senada disampaikan Eri Cahyadi. Menurutnya, gotong royong dan kebersamaan adalah kunci untuk menyejahterakan masyarakat nelayan.

“Hari ini, kita semua ditunjukkan oleh PKS bagaimana sinergi dan kolaborasi untuk membangun masyarakat nelayan. Matur nuwun, hari ini kita ditunjukkan semangat gotong royong itu,” tegasnya.

Dia berharap dengan semangat gotong royong yang ada di semua elemen masyarakat, akan menjadikan Surabaya menjadi kota yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur.

“Surabaya ke depan, insyaallah tidak hanya akan berupaya meningkatkan kesejahteraan para nelayan, tapi juga akan mengembangkan wisata laut,” katanya.

“Di Surabaya ada Bung Tomo, Bung Karno juga lahir di sini. Semangat juang di sini terus berkobar,” pungkas Eri penuh semangat.

» Baca berita terkait Kemiskinan. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -