Peringati 10 November, PCNU Surabaya Gelar Haul Syuhada

HAUL SYUHADA: Wujud syukur PCNU Surabaya atas kemerdekaan yang diperjuangankan para pahlawan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
HAUL SYUHADA: Wujud syukur PCNU Surabaya atas kemerdekaan yang diperjuangankan para pahlawan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Memperingati Hari Pahlawan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya menggelar Haul Syuhada di kantornya, Jalan Bubutan VI/2, Kamis (11/11/2021) malam.

Acara yang diisi dengan tahlil dan doa-doa tersebut dihadiri seluruh jajaran pengurus. Mulai dari Dr KH Muhibbin Zuhri (ketua tanfidziyah), KH Mas Sulaiman Nur (rais syuriyah), Prof Dr KH Imam Ghazali Said (wakil rais syuriah), serta KH Muchid Murtadho, KH Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans dan KH Anwar Sadad (mustasyirin).

Ketua Tanfiziyah PCNU Kota Surabaya, Dr KH Muhibbin Zuhri menuturkan, tahlil dan doa-doa yang dibacakan tersebut dihadiahkan untuk para syuhada yang gugur dalam pertempuran 10 November 1945 dan seterusnya di dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan RI.

“Mudah-mudahan seluruh doa kita diterima, diijabah, dan sampai pahalanya kepada beliau almarhumin,” kata kiai yang alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Jombang tersebut.

Haul Suhada, lanjut Muhibbin, merupakan acara tahunan PCNU Surabaya. Dia berharap hingga yaumul qiyamah acara ini terus menjadi suunah khasanah, yang akan dilanjutkan pengurus PCNU Surabaya sampai kapan pun mengingat Surabaya menyandang julukan Kota Pahlawan karena pertempuran 10 November.

“Dan pertempuran 10 November itu tidak akan terjadi, apabila tidak ada fatwa jihad dari Kiai Hasyim Asy’ari, dari para ulama yang berkumpul di tempat ini untuk menyerukan Resolusi Jihad,” katanya.

Sehingga, kata Muhibbin, semangat jihad, semangat memerdekakan bangsa, lahir batin tetap dimiliki seluruh orang yang berkhidmat di NU, khususnya dari tempat kelahiran NU yakni Surabaya.

Senyum Indah Syuhada

TUMPENGAN: PCNU Surabaya peringati Hari Pahlawan lewat acara haul syuhada. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TUMPENGAN: PCNU Surabaya peringati Hari Pahlawan lewat acara haul syuhada. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Lewat acara ini, Muhibbin meyakini, muasisin jamiyah NU yang memiliki himmah yang tinggi terhadap kemaslahatan Indonesia dan warganya serta para syuhada, saat tahlil dan doa-doa tersebut dibacakan menyaksikan dengan senyuman yang indah.

“Hari ini para syuhada menyaksikan kita dengan senyumnya yang indah dikirimi dengan doa. Itu menjadi rasa terima kasih kita, ekspresi syukur kita atas perjuangan beliau dimana kita sekarang menikmati kemerdekaan yang indah ini,” katanya.

Terlebih dalam acara tersebut yang hadir tidak hanya anak cucu ideologis tapi juga biologis. Di antaranya Kiai Mas Sulaiman putra dari Kiai Mas Nur Branjangan, putra dari Kiai Muhibbin yang pejuang.

Termasuk Anwar Sadad yang akrab disapa Gus Sadad, merupakan keluarga dari Sidogiri, Pasuruan, pesantren yang berandil besar mengirimkan santri-santrinya dalam pertempuran 10 November 1945.

Ada pula Gus Hans, keluarga besar Ponpes Darul Ulum, yang saat itu tidak absen dalam mengerahkan santri-santri dan warga Jombang, di samping Ponpes Tebuireng dan seterusnya.

“Juga Kiai Imam Ghazali Said, ini keluarga dari Sampang Madura. Dan dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya kira di antara penjenengan semua yang keturunan biologis dari para pejuang,” kata Muhibbin.

“Tetapi insyaallah semua dari kita yang berkidmat di NU hari ini, yang pasti adalah anak cucu ideologis yang meneruskan cita-cita dan perjuangan para syuhada melalui jamiyah NU,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Hari Pahlawan