Penyaringan! PDIP Gali Potensi 130 Bakal Calon Kepala Daerah

PENYARINGAN: 130 calon kepala daerah dan wakil kepala daerah ikuti fit and proper test. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PENYARINGAN: 130 calon kepala daerah dan wakil kepala daerah ikuti fit and proper test PDIP. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Usai melakukan penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, Rabu (18/9/2019) hari ini PDI Perjuangan melakukan penyaringan tahap pertama lewat fit and proper test di kantor DPD PDIP Jatim.

Uji kelayakan dan kepatutan diikuti 130 bakal calon — termasuk Bupati Jember, Faida dan Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko — yang berpeluang maju di 19 Pilkada kabupaten/kota di Jatim pada 2020.

“Hari ini ada 53 orang, tapi sebenarnya ada 61 mulai dari daerah pemilihan (Dapil) I sampai VIII. Besok ada 65, total 130 orang,” terang Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi usai membuka fit and proper test.

Sebenarnya, tutur Kusnadi, Minggu (15/9/2019) lalu sudah digelar uji kepatutan dan kelayakan, tapi khusus untuk calon wakil bupati Tulungagung setelah Plt Bupati Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo didefinitifkan.

“Kita akan mengisi jabatan wakil bupatinya. Maka kemarin ada 11 yang mendaftar, kita melakukan fit and proper test,” jelasnya.

Kusnadi menjabarkan, uji kepatutan dan kelayakan ini merupakan mekanisme yang diperintahkan DPP melalui aturan partai, untuk melakukan proses penyaringan tingkat pertama.

“Ini bukan ujian, tapi kami mau mendalami kesiapan dan kesungguhan para calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah yang akan berangkat dari PDIP,” katanya.

“Kalau mereka dipercaya oleh DPP PDIP, apakah benar-benar sudah siap untuk berkontestasi, berkompetisi dengan calon-calon yang lain,” sambungnya.

Meski bukan ujian, tandas Kusnadi, DPP tetap punya kewajiban untuk memberikan catatan dari hasil penggalian terhadap 130 bakal calon.

“Hari ini kita memberikan pertanyaan yang bersifat tertulis. Setelah mengisi seluruh pertanyaan, kami akan dalami lagi secara verbal,” ujarnya.

Jadi, pihak DPD akan mengeksplor lagi apakah jawaban yang mereka berikan sekadar jawaban, atau memang keluar dari hati nuraninya dengan segala pertimbangan dan perhitungan.

Dikirim dengan Catatan

Setelah proses ini, tambah Kusnadi, berkas ke-130 bakal calon akan dikirimkan dengan DPP dengan sejumlah catatan dari DPD.

“Nah, DPP nanti akan mendalami lagi, akan mengundang mereka lagi. Tentunya DPP yang punya kewenangan apakah semua, ataukah secara subjektif hanya yang dianggap layak,” ucapnya.

Bagaimana dengan bakal calon yang hari ini tidak datang untuk mengikuti fit and proper test?

“Ini memang kewajiban, tapi kami tidak punya kewenangan untuk men-delete mereka yang tidak datang. Tetap saja berkasnya akan kami kirimkan ke DPP, tapi dengan catatan pada saat fit and proper test tidak hadir,” jelasnya.

» Baca Berita Terkait Pilkada 2020 di Jatim