Gagal di Pileg! Dwi Astuti Butuh Usaha Ekstra di Pilwali Surabaya

BEREBUT REKOM PDIP: Dwi Astuti mengembalikan formulir bakal calon wakil wali kota Surabaya lewat penjaringan PDIP. | Foto: IST
BEREBUT REKOM PDIP: Dwi Astuti mengembalikan formulir bakal calon wakil wali kota Surabaya lewat penjaringan PDIP. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Meski tercatat sebagai orang dekat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan pengurus Muslimat NU Jatim, kandidat di Pilwali Surabaya 2020, Dwi Astuti tetap butuh usaha ekstra untuk memenangi kontestasi — jika ada Parpol yang mengusungnya.

“Bu Dwi Astuti sebagai aktivis Muslimat NU punya modal awal untuk bisa bersaing di Surabaya, tapi butuh usaha ekstra,” nilai Pengamat Politik, Surokim Abdussalam pada Barometerjatim.com, Minggu (15/9/2019).

Sebab, tandas Surokim, calon lain yang siap maju punya modal popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas rata-rata sudah di atas lima persen. Bahkan ada yang bisa tembus di atas 15 persen.

“Saya pikir tugas beliau sungguh tidak mudah. Makanya harus berpacu, karena persaingan sangat sengit dan yang maju rata-rata sudah punya modal lumayan,” ujar dekan FISIP Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tersebut.

“Memang, kadang-kadang tidak linier, tetapi sejauh ini calon-calon yang bisa tembus elektabilitas 15 persen, rata-rata adalah mereka yang di Pileg kemarin berhasil lolos,” tegasnya.

Surokim menyarankan Dwi agar berusaha keras merebut ruang-ruang publik sebagai panggung, untuk mengenalkan visi misi besarnya seperti apa Surabaya masa depan. Biar kian banyak diperbincangkan calon pemilih.

Apakah waktu sekitar lima bulan cukup untuk merebut hati pemilih? “Bisa cukup, bisa pula tidak. Kalau calon potensial yang punya modal popularitas biasanya cukup. Tapi menurut saya itu waktu yang singkat, jadi butuh usaha ekstra,” ucapnya.

Surokim yang juga peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) sebenarnya punya hasil survei terbaru terkait potensi calon. “Tapi belum boleh di-launching, he.. he.. Jadi saya enggak bisa jawab pastinya, he.. he..” ujarnya.

Sekadar tahu, di Pileg 2019, Dwi maju Caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk DPRD Jatim namun gagal lolos. Dwi yang bertarung di Dapil Jatim 1 (Surabaya) hanya meraih 13.271 suara.

Gagal di Pileg 2019 — sebelumnya juga gagal lolos DPD RI di Pileg 2014 — Dwi mencoba peruntungan maju Pilwali Surabaya 2020. Declare wakil sekretaris PW Muslimat NU Jatim itu ditunjukkan dengan ikut penjaringan PDIP.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, Muslimat NU