PDIP Restui Wabup Trenggalek Maju Ketua Ansor Jatim

Kusnadi (kanan), PDIP restui Nur Arifin maju ketua Ansor Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Kusnadi (kanan), PDIP restui Nur Arifin maju ketua Ansor Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

SURABAYA, Barometerjatim.com – Keyakinan Ketua PW Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jatim, Abdul Wahab Yahya alias Gus Wahab kalau Konferwil Ansor Jatim tidak mungkin digelar di bulan puasa bisa jadi benar.

Sebab, hingga sembilan hari lagi SK penunjukan Moh Abid Umar Faruq alias Gus Abid sebagai ketua PW GP Ansor Jatim periode 2018-2019 berakhir, belum jelas kapan Konferwil digelar.

Di sisi lain, kandidat ketua Ansor definitif tak lagi mengerucut pada dua nama, Gus Abid dan Ketua PC GP Ansor Tuban, Syafiq Syauqi alias Gus Syafiq. Namun muncul sosok lain yang tak kalah kuat, yakni Mochamad Nur Arifin.

Munculnya nama Wabup Trenggalek ini menarik, selain menjabat sekretaris di kepengurusan Gus Abid, Arifin merupakan kader PDIP. Aroma politik di balik pertarungan kandidat ketua Ansor pun menyeruak, karena Gus Abid berafiliasi politik ke Nasdem dan Gus Syafiq kader PKB.

Ditanya terkait munculnya Arifin sebagai kandidat ketua Ansor Jatim, Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi menilai wajar-wajar saja karena Plt Bupati Trenggalek itu memang warga Nahdlatul Ulama (NU).

“Dia memang orang NU. Kalau punya keinginan menjadi ketua Ansor Jatim, ya anggota NU, boleh-boleh saja kan, ndak apa-apa. Banyak lah, seperti Anas (Bupati Banyuwangi, Azwar Anas) itu, IPNU juga,” katanya pada Barometerjatim.com di Surabaya, Selasa (21/5/2019).

Apakah PDIP akan merestui Arifin maju ketua Ansor Jatim? “Ya, restu saja, podo-podo wong NU-e, he.. he. Kalau itu yang terbaik buat beliau, ndak apa-apa, bagus-bagus ajalah,” kata Kusnadi.

Namun dia memastikan PDIP hanya memberi restu, tidak sampai masuk pada ranah konsolidasi. “Beliau di wilayah NU, kita partai politik ya enggak bagus. Janganlah, kita ndak,” tandasnya.

Beda ketika Arifin maju di KNPI, karena di luar komunitas NU, maka PDIP ikut mengkonsolidasi. “Tapi kalau memang NU membutuhkan tenaga dan pikiran Mas Ipin di Ansor ya kami mengizinkan, boleh-boleh saja,” ucapnya.

Kusnadi menambahkan, warga NU itu ada dimana-mana. Afiliasi politiknya juga tidak hanya di PKB tapi di semua Parpol. “Ya karena prinsipnya NU itu ada dimana-mana. Saya juga punya Kartanu (Kartu Tanda NU), he.. he,” ujarnya.

“Dalam bidang keagamaan ya memang kita ke NU, tapi dalam konteks politik kita berada di tempat sendiri-sendiri,” tuntas politikus yang kembali masuk Indrapura, sebutan untuk DPRD Jatim tersebut.•

» Baca Berita Terkait Ansor Jatim, PDIP