Ngotot Menyoal Gambar Risma, Gugatan Kubu Machfud Ditolak!

TAK LANGGAR ATURAN: Gambar Risma di APK Eri Cahyadi-Armuji tak langgar aturan, kenapa disoal? | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TAK LANGGAR ATURAN: Gambar Risma di APK Eri Cahyadi-Armuji tak langgar aturan, kenapa disoal? | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kengototan pasangan calon (paslon) nomor urut dua, Machfud Arifin-Mujiaman menyoal gambar Ketua DPP PDIP Tri Rismaharini alias Risma di Alat Peraga Kampanye (APK) paslon nomor urut satu, Eri Cahyadi-Armuji, kandas!

Ini setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya, menolak gugatan Machfud-Mujiaman yang dilayangkan kepada KPU Surabaya terkait pemberian izin gambar Risma di APK Eri-Armuji tersebut.

“Sejak awal, memang paslon nomor 2 ini mempermasalahkan gambar Bu Risma. Saat di KPU Surabaya sudah debat, lalu di bawa ke KPU Jatim, tak puas dibawa ke KPU RI,” kata Kuasa Hukum Eri-Armuji, Arif Budi Santoso, Selasa (27/10/2020).

“KPU RI sudah memberikan penjelasan tidak melanggar aturan dan membolehkan gambar Bu Risma di APK. Tak puas lagi, akhirnya membawa gugatan ke Bawaslu,” sambungnya.

Menurut Arif, Machfud-Mujiaman mempermasalahkan gambar Risma di APK karena dinilainya bagian dari kampanye. Sehingga,  Risma harus mengajukan izin cuti sebagai wali kota Surabaya. Padahal soal APK sudah ada aturannya sendiri di dalam Peraturan KPU (PKPU).

Aturan tersebut, papar Arif, tercantum di dalam pasal 24 ayat (3) dan pasal 29 ayat (3) PKPU Nomor 4/2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

“Intinya tidak melanggar aturan jika kepala daerah fotonya di pasang di APK, selama kepala daerah tersebut masuk dalam kepengurusan partai. Kan kita tahu jika Bu Risma itu pengurus partai, tingkat DPP PDIP lagi,” tegasnya.

Meski Eri-Armuji tidak masuk tergugat karena yang digugat KPU Surabaya, kata Arif, tapi paslon nomor urut satu masuk pihak terkait sebab menyangkut objek sengketa materi.

“Sidangnya sampai delapan kali. Banyak saksi-saksi yang didatangkan dan mengeksplor saksi-saksi tersebut. Akhirnya Bawaslu memutuskan menolak gugatan tersebut,” ungkap Arif.

Arif menduga, Machfud-Mujiaman panik dengan adanya gambar Risma di APK Eri-Armuji. “Makanya sejak awal ngotot menolak gambar Bu Risma di APK paslon nomor satu,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya