Emil Dardak Beber Kontribusi Dzuriyah Syekh Kyai Ageng Basyariyah untuk Jatim: Lahirkan 1.500 Ponpes!

| -
Emil Dardak Beber Kontribusi Dzuriyah Syekh Kyai Ageng Basyariyah untuk Jatim: Lahirkan 1.500 Ponpes!
HAUL: Emil Dardak hadiri haul Syekh Kyai Ageng Basyariah. | Foto: Barometerjatim.com/HPJ

MADIUN | Barometer Jatim – Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menghadiri haul Syekh Kyai Ageng Basyariyah atau Raden Mas Bagus Harun Haul di Kompleks Masjid Al-Basyariyah Desa Sewulan, Kota Madiun, Sabtu (30/9/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Emil menuturkan Jatim diberkahi dengan banyaknya leluhur hebat yang telah mengawal Jatim dan Indonesia menuju kemajuan.

Salah satunya haul Syekh Kyai Ageng Basyariyah yang merupakan anak dari Ki Ageng Nolojoyo, Adipati Ponorogo pada akhir Abad ke-17 di bawah naungan Kerajaan Mataram.

"Kami berbahagia karena Jatim ini memang dibarokahi leluhur yang perjalanan hidupnya luar biasa. Tetapi yang paling penting, hasil perjuangan dan ketulusan mereka berkontribusi membangun Jatim sampai hari ini," katanya.

| Baca juga:

Menurut Emil, peran Syekh Kyai Ageng Basyariyah yang prominen adalah pada pendidikan agama. Mengingat, dzuriyah atau keturunannya baik yang biologis maupun dari segi keilmuan telah melahirkan kurang lebih 1.500 pondok pesantren di Jatim.

Emil jauh menerangkan, salah satu hal yang diupayakan pemerintah untuk melestarikan warisan para leluhur ini adalah dengan memajukan sektor ekonomi syariah.

Jatim sendiri disebutnya berhasil meraih juara umum Anugerah Adinata Syariah yang digelar Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) pada 2022. Sebab, Jatim sukses membawa pulang total enam penghargaan dari 10 kategori yang dikompetisikan.

"Alhamdulillah, ini merupakan penghargaan tertinggi untuk ekonomi syariah. Kami semua berusaha istiqomah sebagai di jalan yang tentunya diridhoi Allah dan dengan bimbingan ulama," katanya.

Dihadiri Menko PMK

Dalam acara tersebut, turut hadir Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Dia  merupakan salah satu dzuriah Kyai Ageng Basyariyah dan datang sebagai perwakilan keluarga besar Al Basyariyah.

"Terima kasih atas kehadiran panjenengan semua di haul ini. Apa yang dirintis oleh para leluhur ini harus kita lestarikan. Dan karena ini juga bertepatan dengan peristiwa G30S/PKI, saya berharap para alim ulama dan mereka yang gugur membela negara mendapatkan tempat mulia di sisi Allah," katanya.

| Baca juga:

Haul Akbar Syekh Kyai Ageng Basyariyah juga diisi dengan doa untuk bangsa bersama 1.000 ulama se-Nusantara. Karena itu, acara tersebut juga dihadiri para pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, acara ini juga berbarengan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1445 H.

Sebagai informasi, terlepas dari darah birunya, Kyai Ageng Basyariyah menghabiskan hidupnya dengan menyantri dan menimba ilmu kepada Kyai Ageng Muhammad Besari dari Tegalsari, Kabupaten Ponorogo.

Ulama ini merupakan leluhur Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Ini karena salah satu keturunannya, Nyai Nafiqah binti Kiai Ilyas dinikahi KH Hasyim Asy'ari. Dari pernikahan tersebut, lahirlah KH Wahid Hasyim yang merupakan ayah dari Gus Dur.{*}

| Baca berita Pemprov Jatim. Baca tulisan terukur Abdillah HR | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.