Realisasi Insentif Marbot, DPRD Surabaya Akan Kawal agar Cair di 2024

| -
Realisasi Insentif Marbot, DPRD Surabaya Akan Kawal agar Cair di 2024
INSENTIF MARBOT: Laila Mufidah, kawal isentif marbot agar cair di 2024. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometer Jatim – Kabar gembira buat marbot di seluruh Surabaya. Dalam waktu dekat, mereka akan mendapatkan intensif bulanan. Selain marbot, ketua RT, RW, dan LPMK juga akan mendapat isentif.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah. “Bahkan Kader Surabaya Hebat (KSH) telah lebih dulu mendapat insentif bulanan. Adapun insentif rutin ini di-cover oleh APBD,” katanya, Selasa (13/6/2023).

Berapa besaran insentif yang akan diterima marbot? “Masih dihitung. Begitu juga total marbot penerima insentif ini juga tengah difinalisasi. Namun besarannya insyaallah Rp 400.000-an per bulan," ujarnya.

Baca juga:

Menurut Laila, realisasi penerimaan bantuan insentif khusus para marbot baru akan diberikan pada 2024 karena anggarannya akan diberikan melalui APBD 2024. Namun dia memastikan DPRD dan Pemkot Surabaya sudah bersepakat.

Selama ini, lanjut Laila, para marbot sudah mendapatkan honor dari setiap masjid. Namun besarnya tergantung dari masing-masing masjid, bukan dari APBD sehingga nominalnya tidak sama.

Terkait rencana ini, Laila menegaskan pihaknya masih akan mengawal realisasi pencairan insentif bulanan marbot. Sebab, berapa pun nilai insentifnya sangat berarti untuk menambah nafkah keluarganya.

“Pemkot bersama DPRD Surabaya tengah menyiapkan seluruh perangkat untuk pencairan bantuan honor marbot, termasuk persyaratan dan ketentuan marbot penerima insentif hingga masa pengabdian,” katanya.

Baca juga:

Laila menjelaskan, salah satunya syaratnya marbot harus ber-KTP Surabaya. Meski demikian, dia mendorong agar persyaratan realisasi pencairan insentif itu tidak memberatkan.

"Saya masih ingat saat Pak Wali Kota Eri Cahyadi safari ke DPC PKB. Kami langsung meminta agar kesejahteraan marbot menjadi perhatian Pemkot," papar legislator asal Fraksi PKB tersebut.

Laila mengungkapkan akan terus berjuang hingga insentif bagi marbot dapat terealisasi. Namun dia memahami pencairan anggaran harus melalui mekanisme dan sesuai aturan yang berlaku.

"Saya akan kawal ketat hingga bantuan insentif ini benar-benar dinikmati warga Surabaya yang membantu menjaga rumah-rumah Allah," ucapnya.{*}

| Baca berita DPRD Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.