Nawardi: Semuanya Ada, Bangun Surabaya Itu Gampang!

BANGUN SURABAYA: Ahmad Nawardi, membangun Surabaya bukan pekerjaan susah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BANGUN SURABAYA: Ahmad Nawardi, membangun Surabaya bukan pekerjaan susah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Menjelang Pilwali Surabaya 2020, narasi yang terbangun adalah: Siapa yang mampu atau memiliki kapasitas untuk melanjutkan kepemimpinan Tri Rismaharini alias Risma.

Padahal, menurut anggota DPD RI yang namanya masuk di bursa calon wali kota penerus Risma, Ahmad Nawardi, membangun Kota Pahlawan bukanlah pekerjaan susah karena kota ini punya ‘segalanya’.

“Membangun Surabaya itu gampang, gampang sekali menurut saya. Semuanya ada. Surabaya punya uang, SDM melimpah, banyak orang cerdas, orang pintar, banyak desainer, politisi, tokoh-tokoh hebat, mau apa lagi?” katanya kepada Barometerjatim.com, Rabu (27/11/2019).

Dari Surabaya yang punya segala ini, lanjut Nawardi, uang untuk pembangunan tinggal didistribusikan ke kampung-kampung. Nah, itu yang selama ini yang dilihatnya belum dilakukan secara maksimal, termasuk pembangunan di sektor pendidikan.

“Coba, berapa per tahunnya gedung baru yang dibangun untuk pendidikan di Surabaya? Berapa gedung baru untuk SD, SMP, SMA yang dibangun setiap tahunnya?” kata senator yang juga ketua Forum RT/RW Surabaya itu.

Kalau misalnya pembangunan infrastuktur gedung untuk pendidikan tersebut kecil, hanya nol koma sekian persen sementara pertumbuhan pendudukan besar, hal itu tidaklah sebanding.

“Uang sudah ada, tinggal didistribusikan kemana. Ini uang rakyat, harus kembali ke rakyat. Saya kira tidak susah membangun Surabaya, sangat mudah,” ucap Nawardi.

“Saya sudah pengalaman jadi ketua RT, ketua RW, jadi paham bagaimana cara membangun Surabaya yang harus dimulai dari kampung-kampung,” sambung ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jatim tersebut.

Artinya jika terpilih menjadi wali kota akan melibatkan RT/RW dalam membangun Surabaya? “Harus! Karena RT/RW garda terdepan bagi pembangunan Surabaya,” tegasnya.

Dia mencontohkan persoalan radikalisme maupun terorisme, jika tidak menghidupkan dan memberdayakan RT/RW, maka teroris akan mudah sekali bersembunyi di kampung-kampung. “Karena RT sudah tak peduli,” ujarnya.

Tapi kalau RT diberdayakan, diapresiasi dengan anggaran yang layak untuk honor dan pembangunannya, maka mereka akan lebih bertanggung jawab.

“Aman kita! Pertumbuhan ekonomi, keamanan, lingkungan, kebersihan harus dimulai dari kampung, dari RT. Kita beri apresiasi, selesai urusan pembangunan,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya