Nawardi: 60 Persen Kampung di Surabaya Belum Disentuh Risma!

BELUM DISENTUH: Ahmad Nawardi, 60 persen kampung di Surabaya belum disentuh Risma. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BELUM DISENTUH: Ahmad Nawardi, 60 persen kampung di Surabaya belum disentuh Risma. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kandidat Wali Kota Surabaya, Ahmad Nawardi menilai 10 tahun Surabaya di bawah kepemimpinan Tri Rismaharini alias Risma sudah bagus. Hanya saja, konsentrasi pembangunannya masih di tengah kota, belum banyak menyentuh kampung.

“Selama ini Risma membangun Surabaya dari tengah kota. Dimulai jalan-jalan protokol, dibangun sebagus mungkin, sementara di kampung ini Risma masih sekitar 30-40 persen dalam 10 tahun menjadi wali kota,” katanya di Surabaya, Sabtu (16/11/2019).

Banyak kampung di Surabaya, lanjut Nawardi, bahkan 60 persen di antaranya belum tersentuh pembangunan oleh Risma. “Kita buktikan, silakan dilihat sendiri di pinggiran,” tandas anggota DPD RI dari Dapil Jatim itu.

“(Bahkan) di tengah kota, di belakang TP (Tunjungan Plaza) misalnya. Kalau kita lihat, banyak kampung kumuh di sana. Got-got masih kotor dan lain sebagainya,” sambungnya.

Karena itu, sudah selayaknya ke depan setiap rukun tetangga (RT) harus dialokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur, termasuk pemerataan ekonomi.

“RT/RW selama ini kan garda terdepan pembangunan Surabaya. Jadi selayaknya pembangunan di Surabaya dimulai dari kampung, RT/RW,” ujar Nawardi yang juga ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jatim.

Bagi Nawardi, ekonomi harus tumbuh bukan dari tengah kota, tetapi dari kampung per kampung. Di situlah pilar pertumbuhan ekonomi di Surabaya, karena selama ini pertumbuhan ekonomi ditopang terutama dari daya beli masyarakat.

“Kalau kita memulai pembangunan dari kampung, daya beli masyarakat tumbuh, maka kebutuhan ekonomi Surabaya pasti akan lebih naik daripada sekarang,” tandasnya.

Bayangkan sekarang, kata Nawardi, tidak ada pemerataan pembangunan. Di satu kampung bagus, yang lainnya kurang bagus. Dia juga mengklaim banyak mendapat keluhan dari RT/RW seperti itu. Makanya ke depan pembangunan harus dimulai dari kampung.

“Risma memang sudah bagus, tapi di protokol. Di tengah kota sudah banyak dibangun, mulai dari saluran air, jalan, dan sebagainya, tapi di kampung-kampung Risma belum menyentuh,” ucap ketua Forum RT/RW Surabaya tersebut.

“Nah itulah yang harus kita lanjutkan, melanjutkan pembangunan Risma yang belum disentuh yakni di kampung-kampung. Pembangunan harus dimulai dari kampung, dan setiap RT akan mendapat alokasi Rp 200 juta per tahun,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya