Misi Dagang Jatim Saat Corona, Catat Transaksi Rp 168 Miliar!

TRANSAKSI RP 168 MILIAR: Misi dagang Jatim bersama tiga provinsi di masa pandemi Covid-19.| Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TRANSAKSI RP 168 MILIAR: Misi dagang Jatim bersama tiga provinsi di masa pandemi Covid-19.| Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Langkah pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 terus dilakukan Pemprov Jatim. Kali ini, bekerja sama dengan Bank Jatim, Pemprov Jatim lewat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar misi dagang.

Lantaran dalam suasana pandemi, untuk kali pertama misi dagang digelar Jatim secara hybrid (offline dan online) bersama tiga provinsi lainnya di Dyandra Convention Hall Surabaya, Kamis (24/9).

Penyelenggaraan misi dagang sendiri menjadi agenda rutin Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sejak memimpin Jatim. Jika sebelumnya dilaksanakan secara offline dan hanya dengan satu provinsi.

“Hari ini pelaksanaannya adalah misi dagang hybrid. Kita langsung membangun kemitraan dengan tiga provinsi, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Maluku,” kata Khofifah.

Alhamdulillah, sampai pukul 15.30 WIB tercatat 44 transaksi dengan nilai 168.220.650.000. Biasanya setelah ditutup juga masih berlanjut transaksi antara trader dan buyer,” sambungnya.

Melalui misi dagang hybrid ini, Khofifah berharap agar tak hanya sebagai pemulihan perekonomian, namun juga sebagai kesempatan untuk menemu-kenali potensi masing-masing provinsi.

Dirinya mencontohkan berlimpahnya  dolomit, bahan campuran pupuk yang sangat dibutuhkan di perkebunan khususnya kebun sawit.

di Jatim, deposit dolomit cukup besar, sementara di tiga provinsi mitra cukup banyak area kebun sawitnya. Sebaliknya, tiga provinsi mitra adalah penyuplai CPO yang diolah di Jatim.

Sehingga, misi dagang menjadi media yang efektif untuk meningkatkan hubungan dagang antarprovinsi dan antarwilayah. Hal ini turut menjadi upaya penguatan perekonomian di Jatim, bahkan Indonesia pada umumnya.

“Mudah-mudahan penguatan hubungan dagang antarprovinsi dan antarwilayah ini, bisa menjadi pendorong pergerakan ekonomi seiring dengan pengendalian Covid-19,” ucap Khofifah.

» Baca Berita Terkait Pemprov Jatim