Pandemi Belum Landai, Kini Jatim Dihantui Klaster Keluarga!

KLASTER KELUARGA: Khofifah, di beberapa daerah di Jatim muncul klaster keluarga. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KLASTER KELUARGA: Khofifah, di beberapa daerah di Jatim muncul klaster keluarga. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Corona (Covid-19) di Jatim belum juga melandai. Merujuk data yang dirilis pemerintah dalam 24 jam terakhir hingga Kamis (17/9/2020) pukul 12.00 WIB, jumlah kasus positif terus bertambah menjadi 39.508 kasus, sembuh 318.66, dan meninggal 2.896.

Di saat virus mematikan tersebut belum melandai, Jatim justru dihantui klaster baru, yakni klaster keluarga. Hal itu disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat menerima kedatangan pengurus DPD Real Estate Indonesia (REI) Jatim di Gedung Negara Grahadi, Rabu (16/9/2020) malam.

“Hari ini memang ada klaster baru, yang di beberapa daerah itu muncul klaster keluarga. Klaster keluarga ini kalau satu anggota keluarga terpapar, berpotensi menulari satu keluarga itu,” katanya.

Klaster keluarga, lanjut Khofifah, juga terjadi di Surabaya, beberapa titik di Madura, Sidoarjo, dan saat ini sedang meluas di Kota Malang.

Menurut gubernur yang mantan Menteri Sosial tersebut, klaster keluarga muncul lantaran kondisi sanitasi dan ventilasi buruk pada lingkungan rumah tangga saat pasien melakukan isolasi mandiri di rumah.

Sebab, tanpa dukungan sanitasi dan ventilasi yang memadai, justru berpotensi menularkan kepada anggota keluarga yang lain.

“Saya yang sebetulnya dari awal tidak terlalu setuju untuk merekomendasikan isolasi mandiri pada keluarga yang sanitasinya tidak ter-support dengan baik, yang kamar mandinya beramai-ramai di rumah,” katanya.

“Apalagi bareng tetangga, wah itu kemungkinan tertularnya juga berpotensi besar. Kemudian ventilasi, tidak semua rumah-rumah yang mereka jadikan isolasi mandiri ter-support dengan ventilasi yang baik,” tandas Khofifah.

Apalagi, jelas Khofifah, penelitian mengenai pemicu penularan Covid-19 terus berkembang. Awalnya droplet, lalu aerosol atau bisa ke AC, hingga airborne yang bisa sampai beberapa meter dan seterusnya.

Karena itu, gubernur yang juga ketua umum PP Muslimat NU tersebut menyarankan agar masyarakat bisa menjaga sirkulasi udara di rumah masing-masing.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona