Masyarakat Tionghoa Salurkan Bantuan ke Muslimat NU Jatim

DISAKSIKAN KHOFIFAH: Masyarakat Tionghoa Surabaya salurkan bantuan lewat Muslimat NU Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DISAKSIKAN KHOFIFAH: Masyarakat Tionghoa Surabaya salurkan bantuan ke Muslimat NU Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Turut mengatasi dampak sosial ekonomi akibat virus Corona, Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS) menyalurkan bantuan lewat Muslimat NU Jatim — Banom perempuan Nahdlatul Ulama.

Lewat acara yang dikemas bakti sosial tersebut, PMTS menyerahkan bantuan pada tahap pertama berupa 2.000 bungkus beras masing-masing seberat 5 kilogram atau total 10 ton, lalu 2.000 biji sabun cuci tangan serta 5.000 masker.

Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua PMTS, Alim Markus kepada Ketua PW Muslimat NU Jatim, Masruroh Wahid dan disaksikan Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa di kantor PC Muslimat NU Surabaya, Kamis (30/4/2020) sore.

Masruroh menuturkan, gotong royong yang tercipta ini adalah wujud dari upaya mengatasi dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, merupakan bentuk persaudaraan kemanusiaan yang luar biasa, sebagai perintah Tuhan agar manusia saling menolong untuk mewujudkan kerukunan.

“Saya ucapkan terima kasih atas kerelaan bantuan dari Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya,” ucapnya, seraya menambahkan kerja sama antara Muslimat NU dengan komunitas Tionghoa bukan kali ini saja.

Alim Markus pun mengamini pernyataan Masruroh, kalau hubungan anggota komunitas Tionghoa dengan Muslimat NU telah terjalin sejak lama.

“Di Jatim hubungan kita sangat bagus dengan Muslimat NU, dan hubungan ini sangat penting dalam rangka kegotongroyongan,” ujar pria yang juga bos Maspion Group tersebut.

Alim Markus menambahkan, kehadirannya sekaligus mewakili beberapa anggota paguyuban lain yang berhalangan hadir, karena mengikuti imbauan stay at home untuk membantu memutus penyebaran Covid-19 sesuai imbauan pemerintah.

“Ini kita sudah kesekian kalinya Paguyuban Masyarakat Tionghoa memberikan bantuan. Saya mewakili mereka karena yang lain takut Covid-19, mau tidak mau saya muncul karena dengan Bu Khofifah kita sudah lama berteman,” ujarnya.

Alim Markus juga mengimbau agar pengusaha dan masyarakat Jatim menaati protokol Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Surabaya. Apalagi hari ini merupakan hari terakhir sosialisasi PSBB.

“Di Jatim ranking yang terkena Corona lebih sedikit daripada DKI. Kita juga menasihati teman-teman supaya menaati protokol Covid-19 agar cepat berlalu,” harapnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona