Lazisnu Luruskan Video PCNU Girang Eri Cahyadi Direkom PDIP

BUKAN NOBAR: Yusub Hidayat, acara di kantor PCNU Surabaya bukan Nobar rekom PDIP. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BUKAN NOBAR: Yusub Hidayat, acara di kantor PCNU Surabaya bukan Nobar rekom PDIP. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, KH Muhibbin Zuhri menjadi sasaran kritik lantaran nonton bareng (Nobar) pengumuman pasangan calon dari PDIP untuk Pilwali Surabaya 2020.

Terlebih, dalam video yang viral tersebut, Muhibbin dan pengurus lain bersama tamunya ikut girang saat Ketua DPP PDIP, Puan Maharani menyebut pasangan Eri Cahyadi-Armuji yang mendapat rekomendasi.

Ketua NU Care Lazisnu Surabaya, Yusub Hidayat pun meluruskan kalau aktivitas dalam tayangan video tersebut bukan Nobar untuk menyaksikan rekomendasi PDIP, melainkan kumpul-kumpul setelah acara di kantor PCNU selesai.

“Setelah melakukan tabayyun dan dijelaskan Pak Muhibbin, akhirnya saya memahami, bahwa acara itu sebenarnya sudah selesai. Itu tidak Nobar, memang di situ ada channel Youtube, dan beberapa kawan melihat siaran itu setelah acara PCNU selesai,” jelasnya, Kamis (3/9/2020) malam.

Acara yang dimaksud Yusub di kantor PCNU tersebut, yakni penyerahan pengelolaan Masjid Baiturrozak dari PT Citaland kepada PCNU Surabaya untuk dikelola dengan standar amaliyah ubudiyah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Hadir dalam acara tersebut, yakni pihak dari City Management Citraland Estate, yang menyerahkan pengelolaan masjid kepada Muhibbin Zuhri. Turut mendampingi sebagian pengurus harian PCNU, disaksikan dua MWCNU yakni Lakarsantri dan Sambikerep.

Spontan Kader Direkom

GIRANG: Euforia PCNU Surabaya usai Eri Cahyadi menerima rekomendasi dari PDIP. | Foto: Capture Video
GIRANG: Euforia PCNU Surabaya usai Eri Cahyadi menerima rekomendasi dari PDIP. | Foto: Capture Video

Lantas, bagaimana dengan Muhibbin dan pengurus PCNU lain yang ikut girang saat Eri-Armuji yang diumumkan mendapat rekomendasi dari PDIP?

“Itu spontan saja, dan spontan itu sebenarnya dari belakang, dari kawan-kawan Citraland (tamu PCNU) dengan terpilihnya Mas Eri,” katanya.

Spontanitas muncul, lajut Yusub, mungkin karena secara ideologi Eri memang kader NU. Apalagi pria yang baru mundur dari kepala Bappeko Surabaya itu sering berkegiatan dengan PCNU maupun Ansor.

“Karena dukungan Mas Eri yang luar biasa terhadap NU dan Banomnya itulah, kemudian memunculkan emosional tersediri ketika dia dapat rekomendasi maju di Pilwali Surabaya,” kata Yusub.

“Tapi saya tegaskan, itu bentuk di luar kegiatan yang sudah teragendakan oleh PCNU, jadi bukan kita Nobar, enggak! Enggak ada agenda Nobar, itu spontanitas setelah kegiatan rapat,” sambungnya.

Jadi bisa dipastikan Eri memang kader NU? “Kader NU! (Di struktural) yang pasti pembina NU Care Lazisnu Surabaya, di Ansor Surabaya juga pembina,” tegasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, NU