Kredit Puspita, Terserap Rp 1 M untuk 419 UMKM Surabaya

KREDIT PUSPITA: Renny Wulandari, BPR Surya Artha Utama siapkan total pinjaman Rp 2 miliar untuk UMKM. | Foto: IST
KREDIT PUSPITA: Renny Wulandari, BPR Surya Artha Utama siapkan total pinjaman Rp 2 miliar untuk UMKM. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sejak di-launching PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Surya Artha Utama pada 31 Mei 2021, hingga kini produk “Puspita” (Pinjaman UMKM Surabaya Pasti Tangguh) sudah membiayai pinjaman untuk 419 pelaku UMKM.

“Nilainya lebih dari Rp 1 miliar,” ungkap Direktur Utama PT BPR Surya Artha Utama Renny Wulandari, Senin (4/10/2021).

Sedangkan total pinjaman yang disiapkan BPR Surya Artha Utama, lanjut Renny, yakni Rp 2 miliar dan diharapkan akhir 2021 bisa terserap seluruhnya.

“Jadi kami bergerak terus dan optimis sampai akhir tahun capai target (Rp 2 miliar),” tandasnya.

Renny menambahkan, sebagai salah satu BUMD milik Pemkot Surabaya, pihaknya juga berkomitmen mendukung pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat.

“Kami optimalkan di masa pandemi ini untuk meningkatkan ekonomi UMKM. Jadi kami mengeluarkan produk Puspita yang bunganya ringan, setahun hanya 3 persen,” katanya.

BPR Surya Artha Utama, kata Renny, bakal terus memprioritaskan program Puspita agar dapat menyasar para pelaku UMKM Surabaya. Hal ini sesuai instruksi Wali Kota Eri Cahyadi yang menginginkan adanya program pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya bagi UMKM.

“Kami upayakan terus sesuai arahan Pak Wali Kota sampai dengan 2022. Kami harapkan UMKM bisa eksis, bangkit lagi dari dampak pandemi,” kata Renny.

Upaya menggerakkan perekonomian UMKM yang dilakukan BPR Surya Artha Utama ini, bahkan diganjar penghargaan berupa Top BUMD Awards 2021. Penghargaan juga diberikan kepada Eri sebagai pembina BUMD.

Lakukan Pendampingan

Sementara itu Eri Cahyadi menuturkan, program Puspita merupakan bagian dari komitmen Pemkot Surabaya untuk meningkatkan perekonomian UMKM.

Menurutnya, di samping upaya terus menanggulangi pandemi Covid-19, fokus utama Pemkot saat ini adalah menggerakkan dan meningkatkan perekonomian UMKM, serta meningkatkan taraf hidup warga kota.

Karena itu, Eri menyatakan dukungannya kepada BPR Surya Artha Utama yang berinovasi menggerakkan perekonomian UMKM. Namun demikian, dia juga menginginkan adanya pendampingan terhadap setiap pelaku UMKM.

“Kalau sudah ada pinjaman, teman-teman UMKM harus didampingi terus. Posisinya jangan sampai dia (pelaku UMKM) jadi lemah, jatuh. Kita harus menguati,” ujarnya.

Apabila ada UMKM Surabaya yang memanfaatkan program Puspita, menurut Eri, artinya mereka mempunyai semangat untuk berubah. Namun yang paling penting adalah bagaimana pendapatan mereka harus lebih meningkat.

“Kalau dia (sebelum pinjam) untung Rp 200 ribu, maka kalau sudah pinjam untungnya harus Rp 300 ribu atau Rp 400 ribu. Jangan sampai, kalau ada pinjaman tapi tidak ada peningkatan pendapatan,” katanya.

Eri juga menginstruksikan Perangkat Daerah (PD) terkait untuk melakukan pendampingan. Jangan sampai pendapatan mereka justru merugi, karena kurangnya pemahaman dalam pengelolaan keuangan.

“Nanti kita dampingi terus. Kita pantau berapa pendapatannya, perkembangannya. Kita support alat-alatnya juga dan mereka bisa pinjam dana untuk beli bahan-bahannya,” ujar Eri.

» Baca Berita Terkait Pemkot Surabaya