Konferwil Ansor, PC Kota Malang ‘Cium’ Karteker Tak Transparan!

JELANG KONFERWIL: Gedung Ansor Jatim tunggu ketua baru. Inset: HM Nur Junaidi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
JELANG KONFERWIL: Gedung Ansor Jatim tunggu ketua baru. Inset: HM Nur Junaidi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua PC GP Ansor Kota Malang, HM Nur Junaidi mencium aroma tak transparan dari karteker terkait proses Konferwil Ansor Jatim yang bakal digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilurrosyad Kota Malang, 28 Juli 2019.

“Proses Konferwil harus dilakukan secara terbuka, tanpa ada info apapun yang disembunyikan oleh karteker,” katanya, Rabu (10/7/2019) malam.

Dia mencontohkan soal info pendaftaran yang sedianya dibuka Senin (8/7/2019). “Ternyata hal itu tidak jelas hingga saat ini. Padahal info tersebut disampaikan oleh ketua karteker,” ujar Nur Junaidi.

“Mekanisme penjaringan calon ketua PW GP Ansor Jatim, wajib dilakukan secara transparan. Tanpa ada disinformasi dari karteker ke khalayak, khususnya kepada kader Ansor se-Jatim,” tandasnya.

Sebelumnya, usai audiensi dengan Dewan Penasihat Ansor Jatim, Abdul Halim Iskandar, Kamis (4/7/2019), Ketua Karteker Ansor Jatim, Abdul Hakam Aqso menyebut pendaftaran calon ketua dibuka Senin (8/7/2019).

Namun di hari yang ditentukan, tak ada tanda-tanda pendaftaran dibuka. Saat dikonfirmasi Barometerjatim.com di kantor PW Ansor Jatim, Selasa (9/7/2019), Hakam Aqso enggan memberikan keterangan secara detail.

Dia hanya menyebut karteker baru akan menyampaikan keterangan pers secara utuh setelah semua proses — termasuk akreditasi ulang — selesai sebelum pra Konferwil di Ponpes Bumi Sholawat, Lebo, Sidoarjo asuhan KH Agoes Ali Mashuri (Gus Ali), 21 Juli 2019.

Melihat proses pendaftaran yang dinilai tidak transparan, Nur Junaidi menyebut hal itu sangat berpotensi dijadikan sebagai ruang ‘perselingkuhan’ kepentingan di antara para elite Ansor.

“Tentu yang dirugikan adalah PC dan PAC, sebagai pemegang hak suara dalam menentukan kepemimpinan PW Ansor Jatim ke depan,” katanya.

Tanpa Mekanisme Pendaftaran

Nur Junaidi juga meminta agar mekanisme pendaftaran ditiadakan saja. Biarkan para kader terbaik Ansor se-Jatim menjalani prosesnya sendiri, tanpa diintervensi siapapun.

“Karena sesungguhnya kedaulatan suara PAC dan PC Ansor se-Jatim, adalah sesuai dengan perangkat aturan organisasi. Khususnya dalam menentukan siapa dan bagaimana kepemimpinan Ansor Jatim satu periode ke depan,” paparnya.

Bagi Nur Junaidi, untuk menjadi pemimpin harus bisa meyakinkan para pemilik suara, bukan meyakinkan karteker melalui mekanisme pendaftaran sebelum Konferwil berlangsung.

“Maka kami mengajak siapapun yang minat untuk memimpin, tawarkan visi besar dalam memimpin Ansor ke depan ke kami, para pemilik suara,” ucapnya.

Jika visi besar yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan zaman dan Ansor Jatim secara organisasi, “Maka sudah pasti akan kami pilih,” tegas Nur Junaidi.

» Baca Berita Terkait Ansor Jatim, Konferwil