Klaim Pilpres Curang! Sandi Ajak Berjuang hingga Darah Terakhir

Sandiaga Uno berorasi di depan kantor BPP Jatim Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Sandiaga Uno berorasi di depan kantor BPP Jatim Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

SURABAYA, Barometerjatim.com – Nada kalimatnya datar. Namun konten orasi Cawapes 02, Sandiaga Uno cukup menggugah pendukungnya untuk melakukan perlawanan hingga tetes darah terakhir, terkait hasil semantara Pilpres 2019 yang diklaimnya curang.

“Saya nyatakan hari ini di Surabaya, saya akan terus dampingi dan dukung Pak Prabowo sampai darah penghabisan, bersama hadirin semua,” kata Sandiaga saat menghadiri buka puasa bersama di kantor Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Jatim, Surabaya, Rabu (15/5/2019) sore.

“Bersama seluruh rakyat Indonesia, saya akan berjuang sampai titik darah terakhir. Siap berjuang?” ajak Sandiaga yang disambut teriakan serempak: “Siap!” dari para pendukungnya.

Mantan Wagub DKI Jakarta ini lantas menceritakan, suatu keadaan yang mulai dicemaskan para pegiat demokrasi dan Hak Azasi Manusia (HAM).

“Kemarin sore, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menggelar konferensi pers menyatakan, pemerintah membahayakan demokrasi dan meruntuhkan substansi hukum,” kata Sandi.

Dalam pernyataannya, klaim Sandi, YBHI mendaftar ada tanda-tanda hukum Indonesia dalam ancaman. Seperti pembentukan asistensi tim hukum untuk memantau pernyataan para tokoh.

Pun begitu dengan penggunaan istilah makar yang dilakukan secara sembrono dan upaya penangkapan, pembubaran, bahkan kekerasan terhadap aksi-aksi damai sejumlah warga. 

“Saudara-saudara setanah air, lantas apa kita melihat situasi ini, dalam demokrasi dan kehidupan kenegaraan kita saat ini, haruskah kita diam? Haruskah kita diam? Harusah kita diam dan mendiamkan?” tanya Sandi yang dijawab tegas oleh hadirin: “Tidak!”

“Apakah kita biarkan demokrasi kita diberangus oleh politik uang? Apa kita akan membiarkan penyuara hati nurani rakyat, para ulama, para profesor, para cerdik pandai dilumpuhkan, dikriminalkan dan dipenjara seperti masa penjajahan dahulu? Tidak!”

Tekad Rebut Kemenangan

Sandi juga menyebut, Capres Prabowo Subianto juga akan terus berjuang bersama rakyat untuk merebut kemenangan yang diklaimnya di Pilpres 2019 yang telah dicuri.

Prabowo-Sandi, katanya, tidak akan diam dicurangi begitu saja. “Saya dan Pak Prabowo menyatakan tidak (diam)! Kita tidak boleh diam, kita tidak boleh mendiamkan keadaan ini,” tegasnya.

Sandi menambahkan, di Jakarta kemarin, Prabowo dengan tegas menyatakan bahwa kedaulatan rakyat harus ditegakkan dan siap timbul tenggelam bersama rakyat.

“Kita deklarasikan tekad berjuang bersama rayat. Pak Prabowo menyatakan: Saya akan timbul dan tenggelam bersama rayat selama napas masih diberikan, Pak Prabowo akan terus berjuang sampai kemenangan ini diakui,” bebernya. 

“Tadi malam, Pak Prabowo mengumpulkan para ahli hukum untuk menuliskan surat wasiat. Surat wasiat ini akan menjadi penambah perjuangan Pak Prabowo untuk NKRI, tak akan pernah surut hingga hembusan napas terakhir,” tegasnya.•  

» Baca Berita Terkait Pilpres 2019