Kasatkornas Banser Gagal Raih Kursi DPD RI Lewat Jatim

Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni, gagal menembus kursi DPD RI. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni, gagal menembus kursi DPD RI. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pileg 2019 rupanya tak ramah bagi sejumlah kader dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) maupun Banomnya. Bahkan putra salah seorang kiai besar pun gagal menembus kursi legislatif.

Merujuk hasil rekapitulasi penghitungan suara KPU Jatim, di level kabupaten/kota, Ketua PC Muslimat NU, Lilik Fadhilah yang maju lewat PPP gagal lolos ke DPRD Surabaya.

Di level Jatim, Ketua PW GP Ansor Jatim, Moh Abid Umar Faruq alias Gus Abid juga gagal menembus kursi DPRD Jatim lewat Partai Nasdem.

Maju dari Dapil Jatim VIII, Gus Abid meraih 20.577 suara. Rinciannya 18.475 di Kabupaten Kediri, dan 2.102 di Kota Kediri.

Angka tersebut, berdasarkan penghitungan metode sainte lague, tidak cukup dikonversi menjadi satu kursi karena total suara Nasdem (Caleg dan partai) hanya 50.515, kalah bersaing dengan Parpol lain.

Di level DPR RI, putra Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim, Muhammad Habibur Rochman alias Gus Habib juga gagal menembus kursi DPR RI dari Dapil Jatim I (Sidoarjo-Surabaya).

Pun di level DPD RI. Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser), Alfa Isnaeni gagal setelah hanya menempati peringkat 11 dengan raihan 768.671 suara.

Sementara empat calon anggota DPD RI yang lolos dari Jatim, yakni mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pasuruan, Evi Zainal Abidin dengan raihan suara terbanyak, 2.416.663.

Posisi kedua diraih Ketum Kadin Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti (2.267.058 suara), posisi ketiga milik petahana Ahmad Nawardi (1.414.478 suara) dan urutan keempat diraih Adilla Azis (1.322.755 suara).

Kontribusi Tak Jelas

Terkait gagalnya Alfa, menurut Pengamat Politik asal Unair Surabaya, Suko Widodo karena peran DPD RI dinilai tidak jelas sehingga kontribusi terhadap Ormas juga tidak jelas.

Beda dengan awal munculnya DPD RI, NU begitu solid sehingga bisa mengantarkan tokoh-tokohnya: KH Mujib Imron, KH Nurudidin Rahman serta Prof Dr Istibsjaroh.

“Namun pada pemilu berikutnya terkesan NU tak lagi solid, sehingga empat kursi DPD RI asal Jatim tak satupun perwakilan NU, khususnya di Jatim,” jelas Suko.•

Perolehan Suara Kursi DPD RI dari Jatim
Sumber: Rekapitulasi penghitungan suara KPU Jatim

» Baca Berita Terkait Nahdlatul Ulama, Pemilu 2019