Kisah 3 Legislator Gerindra Emban Amanat Rakyat di Usia Muda

YANG MUDA YANG BERPOLITIK: (Dari kiri) Tutur, Abdul Ghofur, Rimzah, emban amanat rakyat di usia muda. | Foto: IST
YANG MUDA YANG BERPOLITIK: (Dari kiri) Tutur, Abdul Ghofur, Rimzah, emban amanat rakyat di usia muda. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kaum muda apatis terhadap politik? Mungkin itu dulu. Nyatanya, saat ini tak sedikit anak muda yang terjun ke dunia politik, bahkan sudah mengemban amanat rakyat di usia belia sebagai anggota DPR RI maupun DPRD.

Tiga dari sedikit anak muda yang masuk legislatif tersebut yakni Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rimzah Jubair (26 tahun); Sekretaris Komisi I DPRD Kota Pasuruan, Tutur Anjar Jiwandono (25 tahun); serta Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Banyuwangi, Abdul Ghofur (23 tahun). Ketiganya dari Fraksi Partai Gerindra.

Lewat acara talk show di salah satu stasiun televisi regional, Rabu (24/11/2021) malam, ketiganya berbagi kisah mulai dari ketertarikan masuk politik hingga kiprahnya di DPRD.

Tertarik Dunia Politik

Rimzah tidak sepakat dengan anggapan yang menyebut bahwa anak muda apatis terhadap politik. Yang benar? “Tapi lebih suka berkegiatan sosial itu dengan passion masing-masing,” katanya.

Dia sendiri masuk politik, agar bisa ikut serta menyertakan ide dan gagasan kaum muda yang bisa diaplikasikan ke dalam kebijakan publik di daerah masing-masing.

Sedangkan Tutur, lebih dilatarbelakangi melihat banyak kumpulan, asosiasi, maupun organisasi kepemudaan yang masih belum terakomodir ke dalam sistem pemerintahan.

“Inilah harapan-harapan yang kemudian membuat saya terjun dalam dunia birokrasi untuk membawa hal tersebut, melakukan komunikasi-komunikasi politis dan kemudian dapat memberikan satu akses dan harapan bagi mereka untuk mewujudkan inovasi yang cemerlang,” paparnya.

Porsi Senior-Junior

Ketiganya merasakan tidak ada gap antar politikus senior dan junior baik di Gerindra tempatnya berpartai maupun di legislatif. Kaum muda tetap diberi porsi yang sama.

“Di partai, senior adalah tempat kami untuk belajar. Sedangkan kami, kaum muda adalah tepat memperjuangkan apa yang sudah diperjuangkan oleh senior-senior kami,” kata Rimzah.

“Di parlemen, porsi yang sama itu juga kami rasakan. Bahkan saya sering menyampaikan teman-teman pemuda di parlemen, untuk suarakan apa yang menjadi hak kamu sebagai pemuda untuk mengamankan ide dan gagasan teman-teman kamu di kalangan muda,” sambungnya.

Cara Perjuangkan Pemuda

Bagi Ghofur, memperjuangkan pemuda dengan menyerap aspirasi mereka tidak harus dengan cara formal. Tak jarang, lewat acara informal justru lebih mengena dan lebih dekat dengan wakil rakyatnya.

“Selama dua tahun ini, minimal satu minggu sekali saya menemui mereka di luar acara formal seperti jaring aspirasi dan yang lain,” katanya.

“Jadi kita banyak bersama-sama dengan mereka. Ketika ngomong olah raga, saya juga ikut andil di sana meskipun sebagai hiburan. Setelah main, kita ngobrol bareng, dan mereka akan menyampaikan hal-hal itu ketika tidak dalam acara yang seformal biasanya.”

Selain itu, Ghofur membuatkan ruang seperti kelompok pemuda di beberapa wilayah yang berbeda-beda. “Dari forum ini kita akan mendapatkan aspirasi dari mereka,” katanya.

Soal Godaan di Legislatif

Soal godaan sebagai anggota DPRD sehingga sampai ada yang terjerat korupsi, menurut Rimzah yang juga mewakili kedua rekannya, masalah godaan timbul karena adanya niat dari diri sendiri.

“Kalau dari diri sendiri sudah membentengi dari godaan-godaan tersebut, insyaallah seterusnya tidak akan ada yang menggoda. “Karena niat orang mau menggoda itu dilihat dari kita masing-masing,” kata Rimzah.

Jadi kalau fokusnya bukan untuk masyarakat, bukan bermanfaat untuk orang banyak, akan mudah digoda. “Tapi fokus sebaik-baiknya kamu adalah yang bisa bermanfaat untuk orang lain, maka akan terbentengi sendiri,” tandasnya.

Pesan Sesama Muda

Tutur menyebut politik tidak melulu soal kontestasi. Lebih dari, politik adalah seni, strategi, dan politik ada di lingkungan sekitar.

“Bagaimana cara kita berinteraksi sosial dengan sesama, dan itu akan menjadi suatu manfaat tertentu. Jadilah orang yang bermanfaat untuk masyarakat dalam mengemban satu amanat dalam berpolitik,” katanya.

“Anak muda tidak perlu takut dengan poltik, tidak perlu apatis dengan politik, karena politik jalan perjuangan. 10 atau 20 tahun ke depan, bangsa ini ada dalam genggaman pemuda yang ada saat ini,” timpal Rimzah.

Bikin Bangga Gerindra

SEMANAT MUDA: Anwar Sadad, Gerindra buka seluas-luasnya untuk anak muda berkiprah di politik. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SEMANAT MUDA: Anwar Sadad, Gerindra buka seluas-luasnya untuk anak muda berkiprah di politik. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara itu Ketua DPD Partai Gerindra, Anwar Sadad menyampaikan, partainya memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk anak-anak muda berkiprah di politik.

“Partai Gerindra punya 214 legislator di Jatim, baik di DPRD kabupaten, kota, maupun provinsi. Lebih dari 30 orang di antaranya adalah anak-nak muda, usianya belum 30 tahun,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Jatim itu mencontohkan Rimzah Jubair, Tutur Anjar Jiwandono, dan Abdul Ghofur yang di usia belum 30 tahun sudah berkiprah di politik bahkan kini mengemban amanat rakyat lewat legislatif.

“Mereka adalah contoh, bahwa amanat atau tanggung jawab dari rakyat itu bisa dilakukan di usia belia, usia muda,” tegas politikus keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, yang akrab disapa Gus Sadad itu.

Gerindra, tandas Sadad, juga merasa sangat beruntung karena banyak muda yang berkiprah di partai ini, baik di struktur organisasi maupun di organisasi sayap.

» Baca Berita Terkait Gerindra