Khofifah: Distribusi Air Umbulan Tak 100 Persen Profit Oriented

SKEMA KPBU: Khofifah, distribusi air Umbulan tak 100 persen profit oriented. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SKEMA KPBU: Khofifah, distribusi air Umbulan tak 100 persen profit oriented. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Air layak minum dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, bakal dirasakan 3,1 juta warga Jatim di Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik dengan harga terjangkau.

Ini karena pembiayaan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut menggunakan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) atau public private partnership.

“Kami mendapatkan pesan dari DPRD Jatim, skema KPBU dari PDAB (Perusahaan Daerah Air Bersih) ini tidak bisa murni profit oriented,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat soft launching SPAM Umbulan di offtake Porong, Sidoarjo, Minggu (22/12/2019) sore.

Khofifah mencontohkan di BUMN yang mengenal PSO (Public Service Obligation). Maka harapan dari DPRD Jatim agar PDAB (Perusahaan Daerah Air Bersih) juga tidak mengkomersialkan 100 persen proses distribusi air dari SPAM Umbulan.

“Kembali saya ingin meneruskan pesan dari DPRD Jatim, untuk distribusi air dari SPAM Umbulan diharapkan bahwa fungsi semacam PSO bisa dilakuan oleh PDAB,” katanya.

Apakah PSO tersebut ke arah tarif? “Ya, kalau dari DPRD ke tarif, terutama untuk Kabupaten dan Kota pasuruan sebagai daerah dimana air ini bisa terdistribusi, karena kan sumber airnya dari Umbulan,” paparnya.

Pesan dari DPRD Jatim, lanjut Khofifah, supaya proses untuk bisa memberikan layanan kepada masyarakat skema KBPU ini kan juga ada jangka waktu break event point.

“Tetapi DPRD Jatim berharap bahwa tidak bisa semuanya berbasis profit oriented, terutama untuk daerah dimana sumber itu diambil dari Kabupaten Pasuruan,” tegasnya.

» Baca Berita Terkait Air Umbulan