Khofifah Dikaitkan Pilkada, Grahadi Sibuk Rilis Bantahan!

PILIH NETRAL: Khofifah, tegaskan tak terlibat dukung mendukung di Pilkada 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILIH NETRAL: Khofifah, tegaskan tak terlibat dukung mendukung di Pilkada 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Lagi-lagi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dikaitkan dengan Pilkada serentak 2020. Tapi, lagi-lagi pula, anak buahnya di Gedung Negara Grahadi sibuk merilis bantahan.

Terbaru, nama Khofifah terseret dukung mendukung di Pilwali Surabaya, setelah sekelompok orang mengatasnamakan Sahabat Khofifah deklarasi dukungan untuk pasangan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno, Minggu (1/11/2020).

Sahabat Khofifah dimotori Ali Azhara, salah seorang pionir relawan Khofifah di Pilgub Jatim 2018. Ali bahkan menjanjikan 500 ribu suara untuk rival Eri Cahyadi-Armuji tersebut.

Seolah tersengat dengan manuver Ali, sehari setelah deklarasi tersebut Grahadi lewat tim media Khofifah, Trisnadi merilis bantahan, menegaskan netralitas gubernur yang juga ketua umum PP Muslimat NU tersebut di Pilkada.

“Jika ada yang menggunakan nama, atau inisial, yang mengatasnamakan atau mengesankan pribadi ibu gubernur, maka tidak ada hubungannya dengan Ibu Khofifah,” katanya.

Bukan kali ini saja. 13 Oktober 2019, di saat tiga orang dekat Khofifah, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans, Lia Istifhama, dan Dwi Astutik running kandidat di Pilwali Surabaya, Grahadi juga memberi garis tegas: Khofifah netral!

Lalu 2 September 2020, kala salah satu media online lokal menyebut Dwi Astutik yang maju di Pilbup Sidoarjo sebagai adik kandung Khofifah, lagi-lagi Grahadi langsung bereaksi: Astutik bukan adik kandung gubernur.

Tak merasa pernah bicara ke media apalagi menyebut dirinya adik kandung Khofifah, Astutik pun meluruskan pemberitaan. “Itu salah, orang-orang info dari mana. Saya ini bukan saudara Bu Khofifah,” ungkapnya.

Astutik yang juga kader Muslimat NU mengaku memiliki kedekatan dengan Khofifah, tapi sebatas sesama aktivis pergerakan saat menjadi mahasiswa dan di Muslimat NU. Bukan saudara kandung maupun famili.

“Saya ini hanya seorang adik di pergerakan. Saya dulu mahasiswa bersama Mbak Khofifah di PMII,” tegas Cawabup Sidoarjo yang berpasangan dengan Kelana Aprilianto tersebut.

Tak hanya sebagai gubernur, Kamis (29/10/2020) lalu, Khofifah turut menegaskan Muslimat NU yang dipimpinnya juga netral di Pilkada.

“Kalau di Pilkada, tentu Muslimat NU ini bukan partai politik,” katanya di sela acara Rakernas dan Mukernas Muslimat NU di Batu.

Tapi secara individu, sebagai warga negara, tandas Khofifah, anggota Muslimat NU tetap memiliki hak yang sama untuk menyalurkan aspirasi politiknya dalam mendukung dan memilih calon.

“Ya ada figur-figur mungkin yang di kabupaten/kota atau provinsi yang mereka ingin memberikan support, maka itu secara individual. Secara organisasi tidak dibenarkan,” jelasnya.

» Baca Berita Terkait Pilkada 2020