Kakak Dipenjara KPK, Adik Dilantik Jadi Wali Kota Mojokerto

PELANTIKAN: Gubernur Soekarwo melantik Ika Puspitasari-Achmad Rizal Zakariyah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto 2018-2023, Senin (10/12). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
PELANTIKAN: Gubernur Soekarwo melantik Ika Puspitasari-Achmad Rizal Zakariyah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto 2018-2023, Senin (10/12). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pasangan Ika Puspitasari-Achmad Rizal Zakariyah dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto periode 2018-2023. Pelantikan dilakukan Gubernur Jatim, Soekarwo di Gedung Negara, Grahadi, Surabaya, Senin (10/12).

Usai dilantik, Ika menegaskan akan langsung tancap gas untuk membangun Kota Mojokerto. ”Kami langsung setel kencang. Tidak ada waktu bersantai atau syukuran, langsung fokus kerja,” kata perempuan yang arab disapa Ning Ita tersebut.

Ya, banyak pekerjaan berat yang harus secepatnya diselesaikan Ika, terutama mengembalikan kepercayaan masyarakat setelah wali kota sebelumnya, Mas’ud Yunus divonis 3,5 tahun penjara dalam perkara suap APBD Kota Mojokerto, Oktober lalu.

• Baca: Korupsi Proyek Tower, MKP Disudutkan 6 Mantan Anak Buah

Tak hanya Mas’ud, kakak kandung Ika yang juga Bupati (nonaktif) Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP) juga ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tersangkut dugaan suap menara telekomunikasi.

MKP ditangkap KPK April 2018, dan saat ini perkaranya sedang diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo.

Karena itu, Ika menegaskan ke depan Pemkot Mojokerto akan bekerjasama dengan semua pihak dalam mengambil kebijakan, termasuk KPK agar perkara yang menimpa Mas’ud dan MKP tak terulang.

• Baca: Pakde Karwo: Dua Hari ‘Diedel-edel’, Mutasi Itu Perintah Pusat!

“Ke depan kami akan intensif berkomunikasi dengan kejaksaan dan KPK, untuk meminimalisir praktik korupsi di Kota Mojokerto,” katanya.

Seperti arahan gubernur, lanjut Ika, “Kita karus berkoordinasi dan melakukan kerjasama yang baik dengan seluruh Forkompida, seperti hari ini kejaksaan juga sudah melakukan pendampingan kepada kami,” tuturnya.

Sebagai langkah awal, Ika akan melakukan komunikasi dan koordinasi intens dengan DPRD Kota Mojokerto sebagai mitra kerja Pemkot. Lalu pada hari kedua menggelar istighotsah dengan mengundang OPD, seluruh tokoh agama, masyarakat serta Forkompida.

• Baca: Skandal Suap! 4 Mantan Kadis Dibui, Berikutnya Siapa Lagi?

“Kita awali pekerjaan ini dengan niat yang tulus, meminta bimbingan dan ridha Allah Swt. Semoga ke depan Mojokerto semakin maju dan seluruh OPD bisa bekerja dengan aman dan nyaman,” kata perempuan yang juga Bendahara PC Muslimat NU Kabupaten Mojokerto itu.

Seperti diketahui, pasangan Ika-Rizal yang diusung Partai Golkar dan Gerindra, memenangi Pilwali Kota Mojokerto 2018 dengan perolehan 23.822 suara (31 persen) dari total DPT 96.132.

• Baca: Renville: Pakde Karwo-Khofifah Negarawan, Jangan Dibenturkan!

Pilkada Kota Mojokerto 2018 diikuti empat pasang calon. Selain Ika-Rizal, tiga lainnya yakni Warsito-Moeljadi yang diusung PAN dan PKS meraih 8.954 suara (12 persen)

Lalu pasangan Akmal Boedianto-Rambo Garudo yang diusung PDIP meraih 19.607 suara (25 persen), serta pasangan Andy Soebjakto-Ade Ria Suryani yang diusung PPP, PKB dan Partai Demokrat memperoleh 19.717 suara (26 persen).

Rangkul Semua Pihak

LANGUNG TANCAP GAS: Pasangan Ika Puspitasari-Achmad Rizal Zakariyah bersama Gubernur Soekarwo dan Bude Karwo usai pelantikan. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

Sementara Pakde Karwo — sapaan Gubernur Soekarwo — meminta keduanya, agar merangkul semua golongan dan menghilangkan batasan yang timbul saat Pilkada.

“Hilangkan batasan pro dan kontra selama masa Pilkada, harus dirangkul serta berkolaborasi demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Pakde Karwo itu juga menyarankan agar kepala daerah mendatangi Forkopimda setempat, seperti pimpinan DPRD, Kapolresta, Kajari, Dandim, serta tokoh masyarakat dan pejabat setempat lainnya.

• Baca: Aliran Gas Bumi 5000 SR di Mojokerto Tunggu Administrasi

“Lebih baik korbankan waktu untuk mendatangi mereka. Ajak semuanya bersama-sama menyukseskan pembangunan di Kota Mojokerto,” katanya.

Selain itu, Pakde Karwo meminta kepala daerah segera memikirkan visi misi selama masa kepemimpinan, termasuk mengikuti program nasional, provinsi dan kota.

» Baca Berita Terakit Pemprov Jatim, Soekarwo