Renville: Pakde Karwo-Khofifah Negarawan, Jangan Dibenturkan!

DUA NEGARAWAN, JANGAN DIBENTURKAN: Pakde Karwo dan Khofifah, dua negarawan yang tak layak dibenturkan hanya urusan mutasi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
DUA NEGARAWAN, JANGAN DIBENTURKAN: Pakde Karwo dan Khofifah, dua negarawan yang tak layak dibenturkan hanya urusan mutasi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Mutasi 1.017 pejabat Pemprov Jatim berubah menjadi isu liar. Seolah-olah ada pihak yang berupaya membenturkan antara Gubernur Jatim, Soekarwo dengan Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa.

Anggota DPRD Jatim, Renville Antonio bahkan miris melihat situasi ini. “Pakde Karwo dan Bu Khofifah ini negarawan. Jangan dibenturkan hanya karena urusan mutasi,” katanya kepada Barometerjatim.com, Senin (3/12).

Menurut Renville, Khofifah maupun Wagub Jatim terpilih, Emil Elestianto Dardak sangat memahami Pakde Karwo yang dalam melaksanakan segala hal pasti diperhitungkan secara matang serta dikonsultasikan dengan pemerintah pusat.

• Baca: Gus Ipul: Tak Harus Disetujui Khofifah, tapi Ini Soal Etika!

“Pakde dan Bu Khofifah jangan dibenturkan urusan mutasi. Enggak level! Negarawan kok ditarungkan soal mutasi,” tegas mantan Sekretaris Tim Pemenangan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018 itu.

Apakah Renville melihat ada pihak tertentu yang sengaja berusaha membenturkan Khofifah dengan Pakde Karwo?

“Saya hanya risih membaca di pemberitaan, bahwa ini para pahlawan dan panutan saya, Bu Khofifah dan Pakde ditabrakkan. Keduanya ini jauh lebih terhormat dari sekadar urusan mutasi. Kok dibenturkan soal mutasi, itu yang saya miris,” paparnya.

“Pakde Karwo dan Bu Khofifah negarawan, jangan dibenturkan urusan mutasi. Yang dipikirkan keduanya Jatim ke depan.

Renville menambahkan, “Ini orang hebat semua. Keduanya hanya memikirkan bagaimana Jatim itu semakin bagus. Tidak pernah membicarakan orang, yang dibicarakan bagaimana Jatim semakin lebih baik. Bahkan lingkup beliau berdua sudah nasional.”

Lagi pula, tambah Renville, tak ada yang salah dengan mutasi tersebut. Dia lantas menjelaskan, pasca Peraturan Pemerintah (PP) No 18 Tahun 2016 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 12 Tahun 2017, sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) memang harus dilikuidasi.

• Baca: Di Ujung Jabatan, Pakde Karwo Lakukan Mutasi Besar-besaran

“Tapi kan diberi waktu agak lama itu, setahun kalau enggak salah,” kata politikus yang juga Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim tersebut.

Di 2018, lanjut Renville, sudah banyak yang harus dilikuidasi UPT-nya. “Tapi kalau langsung ditutup, yang eselon III, IV di sana itu jabatannya apa, kan non job. Nah kita enggak boleh ada non job,” katanya.

Mutasi Diizinkan Mendagri

SATU LINGKARAN: Khofifah dan Renville Antonio saat menghadiri perayaan Ultah ke-33 Emil Elestianto Dardak. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SATU LINGKARAN, JANGAN DITABRAKKAN: Khofifah dan Renville Antonio saat menghadiri perayaan Ultah ke-33 Emil Elestianto Dardak. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Setelah banyak yang pensiun pada September, Oktober dan Desember 2018, baru dilakukan mutasi dan diizinkan Mendagri karena yang dilikuidasi memang harus diberikan tempat. Dengan demikian clear, tidak ada yang salah dengan mutasi.

“Ke Bu Khofifah (sifatnya) pemberitahuan memang. Kalau Sekda harus persetujuan, tapi kalau di bawahnya hanya memberi tahu dan eksekutif menurut saya sudah memberi tahu,” katanya.

• Baca: Skandal Suap! 4 Mantan Kadis Dibui, Berikutnya Siapa Lagi?

Renville yakin Khofifah setuju soal mutasi tersebut. Hanya saja, waktu itu berkas yang diterima cukup banyak, seribu lebih yang dimutasi dan mungkin Khofifah tidak sempat membaca atau mempelajarinya lebih detail.

“Beliau juga sangat sibuk, termasuk di tim pemenangan Pilpres. Tetap jalan, enggak ada masalah. Masalahnya dimana? Beliau berdua tak ada masalah, jadi jangan ditabrakkan antara Bu Khofifah dan Pakde. Itu saja yang saya miris,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Pakde Karwo, Khofifah, Pemprov Jatim