Kadinkes Jatim: Masker Tak Efektif Cegah Virus Corona!

WASPADAI CORONA: Virus corona membuat masker langka dan mahal. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
CEGAH CORONA: Masker semakin langka dan mahal setelah dua warga Depok terpapar corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Permintaan masker di Tanah Air semakin tinggi dan mahal, sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua warga Indonesia positif terpapar virus corona.

Di Surabaya, masker dengan ketebalan standar yang berisi sepuluh biji biasanya berharga Rp 8.000 kini naik tiga kali lipat menjadi Rp 25 ribu. Masker masker N95 yang memiliki ketebalaan berbeda, kini bahkan dijual ecerean Rp 40 ribu.

Menanggapi permintaan masker yang tinggi dan mahal, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jatim, Herlin Ferliana menuturkan hal itu merupakan teori pasar.

Di tahun-tahun sebelumnya, produksi masker berlebih. Tapi karena permintaan besar setelah ada kasus corona, terutama di luar negeri yang minta kiriman, maka jumlahnya di dalam negeri relatif sangat terbatas.

Namun Herlin menjamin untuk persediaan di rumah sakit tetap tersedia dan aman. Selain itu, dia menyarankan mereka yang tidak sakit, sebaiknya tidak perlu memakai masker karena tak efektif untuk mencegah corona.

“Saran kami dari Dinkes yang memakai masker yang sakit saja, yang ndak sakit ndak usah. Kalau untuk pecegahan, menurut teori kurang begitu efektif, jadi lebih baik yang sakit saja,” tandasnya saat dihubungi wartawan, Senin (1/3/2020).

“Kita juga harus melihat keefektifan ya, kalau ndak efektif kan eman. Kalau yang sakit harus memakai supaya tidak menular ke yang lain,” sambungnya.

Tenang, Jangan Panik

Selebihnya, Herlin meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, agar kedua warga yang terpapar tersebut tidak menjadi sumber penularan.

“Intinya, sudah berupaya untuk memutuskan penularan dari yang sekarang sedang kena ini. Jadi kita sedikit lebih tenang yang di sini, karena dia di luar Jatim. Sementara ini, semoga tidak ada orang Jatim yang pernah kontak dengan beliau berdua,” katanya.

Di sisi lain, masyarakat diharapkantenang, tidak panik, dan tetap waspada. “Waspadanya bagaimana? Perilaku hidup bersih dan sehat tetap harus kita terapkan,” katanya.

Dia mencontohkan kalau ada seseorang yang batuk, pilek, usahakan pakai masker. “Yang ndak sakit ndak usah, supaya tidak menambah virus berterbangan walaupun itu bukan corona, tapi virus yang lain tetap dijaga,” katanya.

Kedua, lanjut Herlin, usahakan tubuh dalam keadaan fit, istirahat yang cukup, makan yang seimbang, tidak stres, rajin olahraga, karena virus akan menyerang orang yang dalam kondisi tubuhnya lemah.

Ketiga, jika ditemukan orang dengan panas, batuk, pilek dan kira-kira ada riwayat kontak, segera ke rumah sakit dan menceritakan riwayat kontaknya supaya pihak rumah sakit siaga.

“Kalau memang mencurigai ke arah sana, maka akan diperiksa lebih lengkap lagi dan ditahan dulu, supaya tidak kecolongan istilahnya,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Virus Corona