Juli Sekolah Dibuka, Baru 35,6% Guru di Jatim Divaksin 2 Kali Lho..

DIMULAI JULI: Sekolah tatap muka di Jatim bakal dimulai Juli. Baru 38% guru divaksin dua kali. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DIMULAI JULI: Sekolah tatap muka di Jatim bakal dimulai Juli. Baru 38% guru divaksin dua kali. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Jelang uji coba sekolah tatap muka di Jatim, 5 Juli 2021 serta dimulainya pembelajaran di pesantren, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan seluruh kepala daerah di Jatim untuk memprioritaskan vaksinasi pada para guru dan tenaga pendidik SMA, SMK dan SLB.

Instruksi tersebut disampaikan, mengingat dari total guru dan tenaga pendidik di Jatim sebanyak 108.694 orang, per 17 Mei 2021 masih 55,18 persen yang mendapatkan vaksin tahap pertama. Sedangkan untuk tahap kedua, malah baru 35,60 persen.

“Kami baru rakor dengan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMK, SMA, dan SLB, dan kami berkoordinasi kepada masing-masing kepala Dinas Pendidikan di kabupaten/kota, kita memastikan vaksinasi untuk guru mohon diprioritaskan,” pinta Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (17/5/2021) sore.

Karena itu, di sisa waktu terhitung hari ini hingga 5 Juli 2021, bupati/wali kota diharapkan sesegera mungkin melakukan persiapan pembelajaran tatap muka sesuai SKB empat menteri yang diterbitkan pada 30 Maret 2021.

Adanya keputusan pembelajaran tatap muka tersebut, menurut Khofifah, nantinya berseiring dengan melihat perkembangan dinamika pandemi Covid-19. Sebagai bahan pertimbangan, termasuk dengan jam pelajaran serta proses pembelajarannya-nya.

Meski demikian, terang Khofifah, keputusan pembelajaran tatap muka tidak terlepas dari persetujuan masing-masing orang tua murid.

Dalam rakor tersebut, Khofifah juga membahas mengenai beberapa kabupaten/kota yang belum memaksimalkan kegiatan vaksinasi. Bahkan ada yang persentasenya di angka satu persen.

Khofifah meminta agar seluruh bupati/wali kota di daerah yang masih sangat rendah realisasi vaksinasinya, segera mengkoordinasikan percepatan vaksinasi di wilayahnya. Utamanya untuk memaksimalkan para lansia dan guru, termasuk guru di pesantren.

“Karena nanti adanya kaitannya, yaitu siswa yang pergi ke sekolah tidak membahayakan bagi lansia di rumah masing-masing,” katanya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona