Jagoan PDIP Unggul 6%, Mesin 8 Parpol Kubu Machfud Macet?

BANTENG MENGGEBRAK: Mesin PDIP lebih efektif dan solid dalam memenangkan Eri-Armuji | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BANTENG MENGGEBRAK: Mesin PDIP lebih efektif dan solid dalam memenangkan Eri-Armuji | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menyebut pasangan calon yang diusung partainya, Eri Cahyadi-Armuji unggul enam persen dari rivalnya, Machfud Arifin-Mujiaman berdasarkan survei internal “Partai Banteng”.

Eri-Armuji melejit, lantaran dinilai memiliki tim pemenangan lebih solid. Selain kinerja mesin PDIP lebih efektif, juga buah dari pengaruh tokoh pendukung sekelas Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma.

Seperti diketahui, Eri-Armuji hanya diusung PDIP dengan dukungan PSI dan Parpol non kursi. Sedangkan Machfud-Mujiman diusung delapan Parpol, yakni Golkar, PKB, PKS, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PAN, dan PPP.

Pengamat Politik asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam berpandangan, jumlah partai yang tidak sebanyak kompetitornya memang membuat tim Eri-Armuji memang lebih solid. Adapun sosok Risma, meski kader PDIP, tetap memiliki ceruk loyalis tersendiri di masyarakat.

“Karena tidak banyaknya partai ini, membuat tim mereka sangat serius. Tidak hanya mesin partai, ada juga tokoh-tokoh semacam Bu Risma dan relawan yang ikut bekerja keras,” katanya, Sabtu (24/10/2020).

“Apalagi sosok Bu Risma sebelum pandemi pernah ada survei, siapa pun orangnya jika didukung Bu Risma akan mendapat dukungan yang tinggi,” sambung Surokim.

Meski demikian, lanjut Surokim, yang paling utama terletak pada paslonnya, Eri-Armuji. Semakin banyak nilai plus yang melekat pada diri paslon, akan semakin mudah menaikkan elektabilitasnya.

“Sekarang tugasnya tim paslon. Siapa yang bisa mengeksplorasi nilai plus-plus paslon ke publik, akan mudah menggaet pemilih,” ucapnya.

“Sebab pemilih perkotaan tidak hanya menimbang soal sosiologis dan psikologis, tapi juga rasional. Dan mesin PDIP bekerja keras untuk itu.”

Tantangan Lembaga Survei

Terkait survei internal PDIP, Surokim menyebut, saat inilah waktunya lembaga survei untuk mengekspose hasil surveinya. Sebab, sejak penetapan pasangan calon di Pilwali Surabaya hingga kini belum ada lembaga survei yang merilis hasil surveinya.

“Hasil survei internal PDIP yang disampaikan Pak Hasto itu sebagai pemantik lembaga survei lainnya untuk mengumumkan hasil lembaga surveinya,” kata Surokim.

Sebab, Hasto hanya menyebut angka enam persen. Tidak menyebut metode dan jumlah responden. “Padahal itu sangat penting. Makanya sekarang waktunya lembaga survei mengimbanginya dengan metode survei yang jelas,” ujarnya.

Angka enam persen yang disebut Hast, nilai Surokim, masih sangat kompetitif mengingat hanya ada dua pasangan calon atau head to head di Pilwali Surabaya 2020.

Lagi pula, keunggulan pasangan calon dipengaruhi banyak faktor. Bisa dari mesin partai yang jalan, banyak tokoh yang mempunyai pengaruh ikut mendukung, serta plus-plus paslon.

“Di Pilkada Surabaya ini, untuk paslon Eri-Armuji memiliki tim bagus dan bekerja keras semua,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya