Sabtu, 02 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Integrasikan OPD, Diskominfo Jatim Bikin Jaringan Backbone

Berita Terkait

BACKBONE TIK: Arif Lukman Hakim, langkah membangun jaringan backbone TIK jawab kebutuhan masyarakat. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BACKBONE: Arif Lukman Hakim, langkah bangun jaringan backbone TIK jawab kebutuhan masyarakat. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dalam waktu dekat, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jatim di wilayah Surabaya Raya akan terkoneksi. Ini karena sedang dibangun infrastruktur jaringan backbone Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan sudah 14 OPD yang terhubung.

Jaringan dimulai dari Dinas Kesehatan di ujung utara, kemudian nyambung ke OPD di sekitar wilayah Injoko, selanjutnya ke Dinas Peternakan hingga ke Dinas Tenaga Kerja. Berikutnya, pembangunan akan diteruskan ke area Selatan, mulai BPBD, Inspektorat, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kehutanan, hingga ke Disbudpar.

Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim, Arif Lukman Hakim menuturkan memang ada beberapa yang menggunakan teknologi Virtual Private Network (VPN). Namun teknologi ini disebutnya tidak seaman dan senyaman jaringan intra, karena harganya sangat mahal dan kecepatannya rendah.

“Jaringan backbone mempunyai beberapa kelebihan. Di antaranya jalur komunikasi terpisah dari jalur internet dan langsung berhubungan antar-OPD,” katanya saat launching operasional infrastruktur backbone dan sistem monitoring jaringan TIK di kantornya, Selasa (21/9/2021).

Sedangkan kebutuhan internet, lanjut Arif, bisa dikelola dalam satu jalur besar di Dinas Kominfo Jatim sehingga menghemat biaya sewa internet, serta komunikasi data bisa dikontrol dalam satu manajemen jaringan.

“Belum lagi komunikasi lebih efisien dan efektif, karena proses berbagi data antar-OPD menjadi sangat murah, mudah dan cepat. Jadi secara umum, penggunaan jaringan intra atau backbone sangat menguntungkan,” paparnya.

Pembangunan jaringan backbone, tandas Arif, merupakan jawaban atas berbagai kendala yang terjadi dalam pengelolaan TIK di Pemprov Jatim.

“Di antaranya biaya sewa bandwith internet yang tergolong mahal, serta keamanan data yang belum terjamin. Hal itu karena jalur komunikasi antar-OPD Pemprov sebagian masih bersifat terbuka atau belum sepenuhnya menggunakan jaringan intra seperti backbone,” ujarnya.

Bandwith Termonitor

LAUNCHING: Arif Lukman Hakim, launching operasional infrastruktur backbone dan sistem monitoring jaringan TIK. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
LAUNCHING: Arif Lukman Hakim, launching operasional infrastruktur backbone dan jaringan TIK. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Arif menambahkan, langkah membangun jaringan backbone ini sangat penting dilakukan mengingat adanya tuntutan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang lebih baik dan lebih cepat. Karena itu, penggunaan akses TIK yang lebih cepat, murah, dan terjamin keamanannya mutlak dibutuhkan pada masa pandemi seperti saat ini.

Selain itu, pembangunan jaringan backbone ini juga dilengkapi dengan penggunaan aplikasi Sistem Monitoring Jaringan TIK yang bisa memantau penggunaan bandwith di masing-masing perangkat daerah. Aplikasi ini berfungsi untuk mengetahui penggunaan bandwith secara real time di masing-masing OPD selama 24 jam nonstop.

“Dengan demikian kami bisa memonitor seberapa besar penggunaan bandwith di masing-masing OPD, mulai dari pemakaian harian hingga puncak pemakaiannya. Semua perangkat yang terhubung dalam jaringan dapat dipantau melalui satu aplikasi. Aplikasi ini memanfaatkan data dari Simple Network Monitoring Protocol (SNMP),” jelasnya.

» Baca Berita Terkait Pemprov Jatim

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -