Incar Menang Tebal! PDIP Tunjuk Whisnu Jadi Jenderal Perang

PDIP BERSATU: Eri Cahyadi dan Whisnu Sakti Buana, bersatu demi kemenangan di Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PDIP BERSATU: Eri Cahyadi dan Whisnu Sakti Buana, bersatu demi kemenangan di Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di saat kakak kandungnya Jagad Hari Suseno menyeberang ke Machfud Arifin-Mujiaman, Whisnu Sakti Buana tetap tegak lurus dengan PDIP. Bahkan politikus yang juga wakil wali kota Surabaya itu, mendapat tugas khusus sebagai “jenderal perang” Partai Banteng di Pilwali Surabaya 2020.

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menjelaskan, Whisnu diberi tugas untuk menyalakan dan menjalankan mesin partai di Surabaya untuk meraup suara sebanyak-banyaknya bagi Eri-Armuji.

“Beliau tugasnya jadi jenderal kampanye kami untuk kampanye door to door, dengan mesin politik di Surabaya, dengan PAC-PAC PDIP Surabaya,” katanya usai rapat konsolidasi PDIP Surabaya di Grand Mercure Surabaya City Hotel, Minggu (15/11/2020).

“Dengan pengalamannya, kami yakin Mas Whisnu bisa membawa suara tebal untuk Eri-Armuji,” tandas Hasto, sembari menegaskan hingga minggu lalu pasangan yang diusung partainya masih unggul 10,2 persen atas Machfud-Mujiaman.

Lagi pula, Whisnu tidak berjalan sendirian karena seluruh tokoh PDIP yang memiliki kedekatan dengan Surabaya juga akan habis-habisan memenangkan Eri-Armuji.

“Tadi Mas Whisnu dan semua kader-kader PDIP, ada Pak Bambang DH dan Ibu Tri Rismaharini untuk memenangkan Eri-Armuji di Pilwali kali ini. Kami yakin bisa memenangkan kompetisi tahun ini, dan mengembalikan kejayaan Indonesia melalui Surabaya,” papar Hasto.

Hasto menambahkan, strategi kampanye door to door yang ditugaskan kepada Whisnu tersebut telah disesuaikan dengan kondisi Surabaya yang masih diselimuti pandemi Covid-19, sehingga kampanye tak bisa dilakukan dengan pengumpulan massa.

Dia juga menyamakan cara kampanye PDIP di Pilwali Surabaya 2020 dengan kampanye Barrack Obama di Pilpres Amerika Serikat 2008. Saat itu Obama menggunakan micro campaign, sedangkan PDIP melakukan kampanye silaturahmi.

“Sehingga kita dapat mengetahui secara langsung, bagaimana harapan masyarakat terhadap Kota Surabaya ke depan,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya