Kakak Whisnu Gembosi PDIP, Saleh Mukadar: Enggak Ngaruh!

BANTENG SELAMANYA: Saleh Mukadar, pimpin kader senior PDIP gerilya suara untuk Eri-Armuji. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BANTENG SELAMANYA: Saleh Mukadar, pimpin kader senior PDIP gerilya suara untuk Eri-Armuji. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Mantan Ketua DPC PDIP Surabaya, Saleh Ismail Mukadar memandang keberadaan Banteng Ketaton yang mendukung Machfud Arifin-Mujiaman tidak memiliki pengaruh, terlebih di internal kader PDIP.

Alhamdulilah, survei internal saat ini  partisipasi kader PDI Perjuangan sudah sangat tinggi,” kata Saleh di posko Banteng Lawas, Surabaya, Jumat (13/11/2020). Tampak dinding posko dihiasi foto Saleh bersama mantan Wali Kota Surabaya, Bambang DH.

“Artinya, kalau ditanya tentang keberadaan Banteng Ketaton yang mendukung paslon lain, mereka tidak ada pengaruhnya,” sambungnya.

Hasil survei tersebut, tandas Saleh, menandakan bahwa suara internal PDIP Surabaya masih utuh untuk pasangan Eri Cahyadi-Armuji.

Begitu pula soal kakak kandung Whisnu Sakti Buana, Jagad Hariseno yang menggembosi PDIP dengan mendukung Machfud, termasuk mengungkit pencalonan Tri Rismaharini alias Risma pada Pilwali sebelumnya, menurut Saleh hal itu juga enggak ngaruh!

“Itu enggak ada pengaruhnya sama sekali. Sebab itu urusan Seno dengan Bu Risma. Yang mencalonkan sekarang ini Eri, bukan Risma. Jadi enggak ada kaitannya,” tegas Saleh.

Saleh sendiri memilih turun gunung setelah 10 tahun meninggalkan dunia politik Surabaya, demi memenangkan Eri-Armuji.

“Sepuluh tahun saya tidak aktif di politik. Tapi hari ini saya sengaja hadir untuk mendukung Eri-Armuji, memastikan Surabaya tetap menjadi kota yang toleran dan kota yang pro wong cilik,” tegasnya.

Saleh menjelaskan, kehadirannya bersama kader-kader PDIP Surabaya ‘lawas’ untuk menggerakkan masyakarat agar memilih wali kota yang bisa menjaga Surabaya semakin baik lagi pasca Risma.

Saleh juga menekankan pentingnya menjaga Surabaya sebagai kota yang penuh keberagaman. Terlebih, Surabaya satu-satunya kota besar di Indonesia yang masih bisa menjaga toleransi dari hiruk pikuk perpolitikan.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya