Jumat, 07 Oktober 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

IGD Penyakit Menular RSUD dr Soetomo, Pertama di Indonesia!

Berita Terkait

PERTAMA DI INDONESIA: Khofifah tinjau fasilitas IGD Penyakit Menular RSUD dr Soetomo. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH
PERTAMA DI INDONESIA: Khofifah tinjau fasilitas IGD Penyakit Menular RSUD dr Soetomo. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Makin lengkap saja fasilitas di RSUD dr Soetomo Surabaya. Terbaru, rumah sakit milik Pemprov Jatim itu menambah layanan secara kuantitatif dan kualitatif bagi pasien Covid-19 maupun penyakit menular lainnya.

Minggu (6/12/2020), diresmikan Instalasi Gawat Darurat (IGD) khusus penyakit menular yang dilakukan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

IGD penyakit menular pertama di Indonesia ini merupakan bagian dari hospital disaster plan tahap ketiga, yakni pengembangan IGD khusus Covid-19.

Menurut Khofifah, hospital disaster plan yang disiapkan RSUD dr Soetomo untuk memberikan penanganan sebaik mungkin apabila terjadi lonjakan pasien.

“Yakni melalui optimalisasi penanganan pasien dan juga pengorganisasian secara profesional.” kata Khofifah.

Nantinya, lanjut Khofifah, pasien yang masuk ke RSUD dr Soetomo akan dilakukan screening atau investigasi terlebih dahulu dengan penapisan melalui scoring system.

Scoring penapisan secara cepat melalui informasi dan data objektif ini dilakukan untuk ketepatan diagnosa secara cepat dalam upaya keselamatan pasien, petugas, dan lingkungan rumah sakit,” katanya.

Kriteria scoring penapisan pasien terduga Covid-19, jelas Khofifah, terbagi tiga yakni skor 1-4 (resiko rendah), skor 5-19 (sedang), serta sekor lebih dari 20 (tinggi).

Pasien dengan skor kurang dari empat akan ditindaklanjuti di ruang khusus nonmenular. Sedangkan pasien dengan skor lebih dari empat akan ditindaklanjuti ke ruangan khusus menular.

“Peresmian IGD penyakit menular, menjadi suatu upaya yang dilakukan rumah sakit ini untuk memberikan proteksi keamanan dan keselamatan baik bagi dokter, tenaga kesehatan, pasien, maupun lingkungan rumah sakit,” ujar Khofifah.

Sedangkan adanya scoring penapisan pasien di awal, maka bisa dilakukan proses identifikasi untuk memisahkan dan memilah antara pasien satu dengan lainnya, terutama bagi pasien Covid-19 dan penyakit menular lainnya.

“Sistem scoring ini akan memudahkan bagi siapa pun yang menggunakan terutama kepada seluruh staf di rumah sakit. Ini menjadi bagian yang penting, sehingga dari skor yang ada mereka sudah bisa mengambil keputusan pasien ini dibawa ke bagian apa, ruang apa, dan seterusnya,” paparnya.

“Termasuk memudahkan rumah sakit menjawab pertanyaan dari pasien dan keluarganya misalnya, kenapa mereka dibawa ke ruangan ini dan seterusnya,” imbuh Khofifah.

» Baca Berita Terkait RSUD dr Soetomo

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -