Kamis, 26 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

HET Minyak Goreng di Jatim Belum Merata, Anwar Sadad Minta Pemprov Bertindak!

Berita Terkait

HET BELUM MERATA: Anwar Sadad, minta Pemprov bersikap agar HET minyak goreng merata di Jatim. | Foto: Barometerjatim/IST
HET BELUM MERATA: Anwar Sadad, minta Pemprov bertindak agar HET minyak goreng merata di Jatim. | Foto: Barometerjatim/IST
- Advertisement -

PROBOLINGGO, Barometerjatim.com – Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad turun ke sejumlah kabupaten untuk memantau harga minyak goreng. Ini setelah pemerintah lewat Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku per 1 Februari 2022.

Dalam Permendag disebutkan, HET minyak goreng curah yakni Rp 11.500 per liter. Lalu minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500, dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.

Namun di Kabupaten Probolinggo, Sadad masih menjumpai minyak goreng yang dijual Rp 20.500 per liter. Karena itu, dia meminta Pemprov Jatim untuk bertindak agar sesuai HET yang ditetapkan pemerintah.

“Saya baca berita Gubernur Jatim (Khofifah Indar Parawansa) ke Tuban dan harga minyak goreng normal. Saya minta agar harga serupa terjadi di seluruh daerah Jatim,” kata Sadad saat turun ke Probolinggo.

Sadad memaklumi jika ada pedagang yang tidak berani menjual minyak goreng, karena selain terancam rugi juga tidak ada yang menjamin atau mengganti kerugiannya.

“Kondisi seperti ini bisa menimbulkan kepanikan, jika suplai minyak goreng dan harganya tak kunjung stabil,” kata legislator yang juga ketua DPD Partai Gerindra Jatim tersebut.

Menurut Sadad, situasi ini menjadi tugas bersama agar kebijakan Kemendag soal minyak goreng bisa satu harga. “Harga Rp 20.500 per liter adalah harga tinggi-tingginya di Kabupaten Probolinggo,” tandas Sadad.

Sebelumnya, salah seorang pemilik toko kelontong di Probolinggo yang dikunjungi Sadad menjelaskan, harga minyak goreng curah dijual Rp 20.500 per liter karena harga kulakannya Rp 18.500. Begitu diputuskan menjadi Rp 14.000, maka dia memilih tidak jualan minyak goreng.

Alasan tidak menjual karena takut merugi karena penyuplai minyak goreng masih mematok harga Rp 18.500 per liter. Padahal pemerintah sudah menurunkan harga menjadi Rp 14.000 per liter, tapi diinfokan sales barangnya baru datang pekan depan.

» Baca berita terkait Minyak Goreng. Baca juga tulisan terukur lainnya Dhani Kusuma.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -