Hebat! 4 Layanan Adminduk di Surabaya Cukup di Tingkat RT

PERMUDAH ADMINDUK: Eri Cahyadi, makin permudah layanan adminduk warga Surabaya lewat program Kalimasada. | Foto: Barometerjatim/IST
PERMUDAH ADMINDUK: Eri Cahyadi, makin permudah layanan adminduk warga Surabaya lewat program Kalimasada. | Foto: Barometerjatim/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pemkot Surabaya terus berinovasi untuk memberikan kemudahan layanan administrasi kependudukan (adminduk). Terbaru, diluncurkan program Kalimasada (Kawasan Lingkungan Masyarakat Sadar Adminduk) dalam apel bersama di Halaman Balai Kota Surabaya, Kamis (18/11/2021).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, dengan diluncurkannya program Kalimasada, maka beberapa layanan adminduk kini dapat diurus warga melalui ketua RT setempat. Dengan demikian, warga tak perlu datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

“Saya berharap di tingkat level yang paling dekat dengan masyarakat, yakni RT, itu semuanya data (adminduk) nanti bisa diselesaikan tanpa harus bertemu dengan Dispendukcapil,” kata Eri.

Esensi dari program Kalimasada tersebut, lanjut Eri, Pemkot ingin membangun pelayanan publik tak hanya dengan kekuatan pemerintah, tapi melalui gotong-royong dan kebersamaan masyarakat di masing-masing kampung.

“Kalau RT ini sudah menjadi pemimpin sejati, ketika ada yang mengurus apakah itu akta kematian, akta kelahiran, apapun yang susah, maka semua akan ada di RT. Cukup di RT saja berhenti, setelah itu pelayanan publik selesai kita sampaikan kepada yang bersangkutan,” jelasnya.

Bahkan, untuk memasifkan program tersebut, Eri menyebut di setiap kelurahan nantinya terdapat Cak dan Ning Adminduk. Mereka nanti yang bertugas terjun ke masyarakat untuk memberikan solusi dan penyelesaian kepada warga terkait masalah adminduk.

Lantas, apa saja layanan adminduk yang dapat diurus warga melalui Ketua RT? Menurut Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, ada empat jenis. Yakni akta kematian, akta kelahiran, pindah masuk, dan pindah keluar.

“Dari 30 lebih jenis layanan (adminduk), empat ini yang paling banyak diajukan. Nanti kalau sudah berjalan lancar, maka nanti akan kita tambahkan (jenis layanan lain) sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Akta Kelahiran Tertinggi

Meski demikian, Agus menyatakan, sebenarnya warga juga bisa secara mandiri mengurus adminduk tersebut melalui aplikasi Klampid. Namun, tidak semua warga memiliki kemampuan dan dukungan sarana atau alat untuk mengakses layanan itu secara digital.

“Meski ada orang yang mau urus langsung ke kelurahan ya tidak apa. Melalui Klampid mandiri juga tidak apa-apa. Tapi kan tidak semua orang itu punya kemampuan dan alat. Jadi ini ada peran RT yang jadi solusi alternatif selain Klampid,” jelasnya.

Sejak dilakukan uji coba sebulan yang lalu, Agus mengungkapkan, program Kalimasada ini telah dimanfaatkan oleh ratusan ketua RT di Surabaya.

“Paling tinggi pelayanan yang diminta warga adalah akta kelahiran. Kedua, akta kematian, lalu pindah masuk kemudian pindah keluar,” terangnya.

Ketua RT 07/RW 08, Tambak Pring Barat, Kecamatan Asemrowo, Mahfud Zakaria adalah salah satu perangkat kampung yang sudah melakukan uji coba program Kalimasada. Sejak dilakukan uji coba sebulan yang lalu, dia sudah memberikan layanan akta kelahiran kepada 100 orang lebih warga.

“Terutama di segmen lansia. Jadi, di RT 07 RW 08 Tambak Pring Barat, Asemrowo ini tercatat paling tertinggi untuk pengajuan akta kelahiran sampai mencapai 100 lebih dalam kurun waktu satu bulan,” kata Mahfud.

Menurutnya, program Kalimasada tersebut sangat membantu peran Ketua RT dalam mengurus adminduk warga. Apalagi, tidak semua warga melek akan teknologi, meski pemkot sudah menyediakan aplikasi adminduk mandiri melalui Klampid.

» Baca Berita Terkait Pemkot Surabaya