Gus Yani: Pupuk Nonsubsidi Harus Ready, Kita Siapkan KUR!

FOKUS PERTANIAN: Fandi Akhmad Yani, terus fokus garap pertanian untuk kesejahteraan petani. | Data: Barometerjatim.com/ROY HS
FOKUS PERTANIAN: Fandi Akhmad Yani, terus fokus garap pertanian untuk kesejahteraan petani. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

GRESIK, Barometerjatim.com – Usai menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian (Kementan), Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kian kencang menggarap sektor pertanian, termasuk ikhtiar menuntaskan persoalan kelangkaan pupuk.

“Kita tahu persoalan di sektor pertanian itu, salah satunya adalah kelangkaan pupuk. Ini menjadi isu yang terus menggeliat di sektor pertanian,” katanya kepada Barometerjatim.com, Selasa (14/9/2021) malam.

“Langkah ini kita siapkan, terutama pupuk nonsubsidi. Ketersediaan pupuk nonsubsidi ini harus benar-benar ready di tengah kesulitan pupuk subsidi,” sambung bupati muda (36 tahun) yang akrab disapa Gus Yani itu.

Dari mana pembiayaanya? Gus Yani akan mengusahakan dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Mudah-mudahan, ini menjadi satu langkah ikhtiar buat petani-petani di Kabupaten Gresik,” katanya.

Semua itu dilakukan, tandas Gus Yani, semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan petani, termasuk manage optimalisasi lahan pertanian ketika sudah masuk musim panen dua dan selesai panen raya.

“Kita ajak mereka menanam komoditas lain. Bisa jadi kacang ijo, dua bulan mereka sudah panen. Ini menjadi sektor tambahan peningkatan kesejahteraan,” ucapnya.

Gresik menjadi perhatian nasional setelah menerima Penghargaan Bidang Pertanian 2021 dari Kementan untuk kategori kabupaten dengan peningkatan produksi padi tertinggi tahun 2019-2020. Hanya dua kabupaten di Jatim yang menerima penghargaan tersebut, satu lagi yakni Ngawi.

Alhamdulillah kita sudah menjadi salah satu daerah yang menjadi ketahanan pangan, khususnya padi. Kami berharap, kita terus fokus dalam sektor pertanian, karena mampu menerobos disrupsi di tengah pandemi Covid-19,” ucap Gus Yani.

Merujuk data Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda), Gresik memiliki areal pertanian seluas 35 ribu hektare dengan luas tanam padi mencapai 64 ribu hektare per tahun.

Dari luasan tersebut, Gresik mampu menghasilkan 264 ribu ton beras. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk sebanyak 1,3 jiwa, maka ada surplus 120 ribu ton beras.

PENGHARGAAN PERTANIAN: Gus Yani dan Mentan Syahrul Yasin Limpo usai terima penghargaan bidang pertanian. | Foto: IST
PENGHARGAAN PERTANIAN: Gus Yani dan Mentan Syahrul Yasin Limpo usai terima penghargaan bidang pertanian. | Foto: IST

» Baca Berita Terkait Pertanian