Jatim Kalah di Penghargaan Pertanian, Kadistan KP Protes!

JATIM 'PROTES': Hadi Sulistyo, harusnya tetap ada penghargaan kategori produksi terbesar. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
JATIM ‘PROTES’: Hadi Sulistyo, harusnya tetap ada penghargaan kategori produksi terbesar. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Hasil yang dicapai Jawa Timur di ajang Penghargaan Bidang Pertanian 2021 tak menggembirakan. Dari dua kategori, provinsi yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa itu hanya meraih peringkat kedua alias runner-up.

Di kategori provinsi dengan peningkatan produksi padi tertinggi tahun 2019-2020, Jatim kalah dari Lampung. Bahkan di kategori provinsi dengan nilai ekspor komoditas pertanian tertinggi periode Januari 2020-Juni 2021, Jatim tak menembus lima besar.

Mendapat hasil tak menggembirakan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Jatim, Hadi Sulistyo memprotes ajang yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut lantaran tak ada kategori produksi padi.

“Ini yang diumumkan tadi itu kategori peningkatan produksi, bukan kategori produksi. Bedakan itu, bedakan itu. Kalau produksi padi Jatim itu nomor satu di Indonesia, 9,5 juta ton sepanjang 2019-2020. Tolong dibedakan ya,” katanya, Senin (13/9/2021).

“Kita di perkembangannya itu nilainya 363.604. Sedangkan Lampung produksinya itu 2,1 juta ton, absolutnya, perkembangannya itu 486.200. Tapi ini yang menjadi perhatian masyarakat awam kan tahunya lho Jatim kok cuma nomor dua,” tandasnya.

Merujuk data produksi padi di Indonesia menurut provinsi tahun 2019-2020 (ton-GKG/Gabah Kering Giling), produksi padi Lampung mencapai 2.650.290 ton GKG atau meningkat 486.200 (22,47%) dari produksi padi pada 2019 sebanyak 2.164.089 ton.

Sedangkan produksi padi Jatim pada 2020 sebanyak 9.944.538 ton, meningkat 363.604 (3,80%) dari produksi 2019 sebanyak 9.580.934 ton.

“Harusnya kan tetap ada penghargaan kategori produksi terbesar, kemudian ada kategori peningkatan produksi, kan gitu. Supaya masyarakat enggak memandang lho katanya Jatim luas lahanya besar, tapi kok produksiya kalah sama Lampung,” kata Hadi.

Harus Tetap Diapresiasi

KALAH DARI LAMPUNG: Peningkatan produksi padi sepanjang 2019-2020, Jatim masih kalah dari Lampung. | Data: Distan Jatim
KALAH DARI LAMPUNG: Peningkatan produksi padi sepanjang 2019-2020, Jatim masih kalah dari Lampung. | Data: Distan Jatim

Bolehlah, sambung Hadi, Kementan menambahi kategori baru misalnya peningkatan produksi, tapi untuk kategori produksi terbesar harusnya tetap diapresiasi.

“Walaupun itu mesti Jatim yang tertinggi kan, kita sebagai pelaku ini merasa dihargai kalau meningkat produksi tiap tahunnya,” katanya.

Begitu pula dengan kategori provinsi dengan nilai ekspor komoditas pertanian tertinggi. Jatim bahkan tidak masuk kategori ini, karena yang dihitung bukan jumlah ekspornya.

“(Kategori) ekspor itu peningkatan nilai ekspornya, bukan jumlah nilai ekspornya. Kalau kita nilai ekspornya besar, wong Jatim mosok dibandingkan dengan provinsi lain,” protes Hadi.

“Karena sistem kategorinya itu. Harusnya ada dua juga, ada kategori nilai ekspor terbesar, ada kategori peningkatan nilai ekspor, kan itu,” tandasnya.

Apakah penghargaan sebelumnya juga disertakan produksi dan nilai ekspor terbesar? “Lha iya nggak tahu tahun ini kok seperti itu, saya enggak ngerti. Saya ditanya gubernur juga ini masalahnya,” ucap Hadi.

Dalam kategori provinsi dengan nilai ekspor komoditas pertanian tertinggi periode Januari 2020-Juni 2021, Jawa Tengah meraih peringkat pertama karena memiliki peningkatan ekspor sebesar 8,3 triliun.

Angka tersebut mengungguli empat provinsi lain, yakni Kalimantan Timur dengan peningkatan ekspor Rp 6,7 triliun, Jambi Rp 5,1 triliun, Kalimantan Barat Rp  4,4 triliun, dan Sulawesi Utara Rp 3,9 triliun.

• PENGHARGAAN BIDANG PERTANIAN 2021

Kategori: Provinsi dan Kabupaten dengan Peningkatan Produksi Padi Tertinggi Tahun 2019-2020
Tingkat Provinsi
• Peringkat I: Lampung
• Peringkat II: Jawa Timur
• Peringkat III: Banten
• Peringkat IV: Sumatera Selatan
• Peringkat V: Jambi
Tingkat Kabupaten
• Peringkat I: Cilacap
• Peringkat II: Brebes
• Peringkat III: Ngawi
• Peringkat IV: Ogan Komering Ulu Timur
• Peringkat V: Gresik

Kategori: Provinsi dan Kabupaten dengan Nilai Ekspor Komoditas Pertanian Tertinggi Periode Januari 2020-Juni 2021
Tingkat Provinsi
• Peringkat I: Jawa Tengah
• Peringkat II: Kalimantan Timur
• Peringkat III: Jambi
• Peringkat IV: Kalimantan Barat
• Peringkat V: Sulawesi Utara
Tingkat Kabupaten
• Peringkat I: Kota Baru
• Peringkat II: Deli Serdang
• Peringkat III: Kota Waringin Barat
• Peringkat IV: Semarang
• Peringkat V: Bintang

» Baca Berita Terkait Pertanian