Gempa Donggala, Kemensos Gerak Cepat Kirim Logistik

TANGGAP DARURAT: Konferensi pers penanganan gempa Palu dan Donggala di Kemenko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9). | Foto: Humas Kemensos
TANGGAP DARURAT: Konferensi pers penanganan gempa Palu dan Donggala di Kemenko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9). | Foto: Humas Kemensos

JAKARTA, Barometerjatim.com – Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan upaya tanggap darurat untuk menangani gempa di Donggala, Sulawesi Tengah.

“Kita sudah lakukan identifikasi sumber daya yang dimiliki Kemensos dan mengaktivasi sistem penanggulangan bencana bidang sosial,” kata Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Sabtu (29/9).

“Baik bufferstok bantuan darurat, perlatan evakuasi, personil relawan tagana, maupun kendaraan siaga bencana,” lanjutnya.

• Baca: Mensos: Transformasi Rastra ke BPNT Tuntas Februari 2019

Mensos juga telah berkoordinasi dengan Panglima TNI, dalam rangka mobilisasi barang bantuan dan peralatan evakuasi yang sudah disiapkan dari Gudang Pusat Kemensos di Bekasi.

Bantuan yang dikirimkan terdiri dari 1.000 kardus makanan cepat saji, 2.000 velbed, 25 tenda serbaguna, 3000 tenda gulung, 2 paket perlengkapan dapur umum lapangan, 1.000 matras, dan 1.500 kasur.

“Kemensos juga telah memerintahkan mobilisasi bantuan darurat, dari stok yang ada di Gudang Regional Timur melalu jalur darat,” terangnya.

• Baca: Kemensos Kawal Penyandang Disabilitas di Asian Para Games

Sedangkan bantuan dari Gudang Kemensos Regional Timur yang ada di Makassar, terdiri dari 100 velbed, 2 tenda serbaguna keluarga, 1500 matras, 3000 selimut, 200 family kit, 200 kids ware, 100 tenda gulung, 345 food ware, 100 paket sandang.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemda Provinsi Gorontalo, karena di gudang Pemda Gorontalo terdapat barang dari Kemensos yang juga akan dimobilisasi ke daerah bencana,” tegasnya.

Selain itu, Kemensos mengerahkan 100 relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) terdiri dari 30 Tagana Provinsi Gorontalo, 30 Tagana dari Sulawesi Barat, dan 40 Tagana dari Sulawesi Selatan.

• Baca: Gempa Lombok Timur, Mensos Jamin Kebutuhan Pengungsi

Lalu mobilisasi kendaraan siaga bencana dari daerah penyangga berupa mobil rescue, truk, dan terutama mobil dapur umum lapangan yang bisa memasak cepat dalam jumlah besar

Berseiring dengan bantuan yang kami salurkan, Agus minta gubernur dan bupati/wali kota terdampak untuk melakukan langkah-langkah cepat dalam mengatasi kebutuhan darurat.

“Serta menerbitan SK Tanggap Darurat untuk memudahkan penyaluran bantuan dari kementerian dan lembaga,” tegasnya.

Santunan Rp 15 Juta

| Peta Gempa Donggala, Foto: Ilustrasi
| Peta Gempa Donggala, Foto: Ilustrasi

Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan permakanan dalam kondisi darurat sedang dilakukan pembelian langsung 3.000 paket lauk pauk di lokasi terdekat yang memungkinkan untuk bisa diistribusikan cepat ke lokasi terdampak.

Terkait pemenuhan kebutuhan beras, Kemensos sudah menyiapkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan ketentuan bupati/wali kota dapat mencairkan langsung ke Bulog setempat sebanyak 100 ton dan provinsi 200 ton.

“Jika kurang Mentri Sosial bisa langsung berikan lebih dari itu sesuai kebutuhan,” papar Agus.

• Baca: Gempa Susulan, Kemensos Minta Tagana Lebih Waspada

Kemensos, tambah Agus, juga menyiapkan santunan untuk ahli waris korban meninggal. Hingga Jumat malam, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Mereka akan diberikan santunan Rp 15 juta untuk setiap ahli waris.

Seperti diketahui terjadi gempa dengan kekuatan 7,7 skala richter dengan pusat gempa 10 Km pada 27 Km Timur Laut Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB. Gempa tersebut juga memicu tsunami.