Mensos: Transformasi Rastra ke BPNT Tuntas Februari 2019

TUNTASKAN TARGET: Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, tuntaskan transformasi Rastra ke BPNT Februari 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
TUNTASKAN TARGET: Mensos Agus Gumiwang didampingi Kadinsos Jatim, Sukesi. Tuntaskan transformasi Rastra ke BPNT Februari 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sebulan lebih usai dilantik menjadi Menteri Sosial, 24 Agustus lalu, Agus Gumiwang Kartasasmita makin tancap gas meneruskan program-program di Kementerian Sosial (Kemensos).

Termasuk menuntaskan transformasi program bantuan Rastra (beras sejahtera) menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ditargetkan pemerintah menyasar 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di akhir 2018.

Namun Agus menegaskan, transformasi Rastra ke BPNT akan dituntaskan pada Februari 2019. Dari data Kemensos, kata Agus, hingga Juli 2018 telah melakukan transformasi di 107 kabupaten/kota dengan sasaran 5 juta KPM.

• Baca: Kemensos Kawal Penyandang Disabilitas di Asian Para Games

“Tadi pagi saya sudah japri dengan Pak Dirjen, prediksi kita untuk akhir tahun ini bisa lakukan sekitar 60-70 persen,” kata Agus saat membuka Raker Teknis Transformasi Bansos Rastra ke BPNT Tahap III Oktober dan Tahap IV November di Wilayah III 2018 di Hotel Mercure, Surabaya, Selasa (25/9).

“Dan dengan kerja keras serta kerja sama kita bersama, kami harapkan, dan ini kami save target bahwa paling lambat awal Februari 2019 kita bisa menyelesaikan 100 persen transformasi Rastra menjadi BPNT,” tambahnya.

• Baca: Gempa Lombok Timur, Mensos Jamin Kebutuhan Pengungsi

Agar target tercapai di Februari, maka Kemensos melakukan percepatan per wilayah dari total tiga wilayah yang ada. Jawa Timur sendiri masuk wilayah III bersama Sulawesi, Maluku dan Papua yang baru menyelesaikan transformasi 40 persen hingga September 2018.

“Kegiatan di wilayah lain juga tetap kita dorong, kita galakkan, dalam rangka target pemerintah awal Februari nanti transformasi dari Rastra menjadi BPNT insyaallah bisa selesai 100 persen,” jelasnya.

KPM Lebih Leluasa

RAKER BANSOS: Mensos Agus Gumiwang membuka Raker Teknis Transformasi Bansos Rastra ke BPNT di Surabaya, Selasa (25/9). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
RAKER BANSOS: Mensos Agus Gumiwang membuka Raker Teknis Transformasi Bansos Rastra ke BPNT di Surabaya, Selasa (25/9). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Agus menambahkan, selama ini masyarakat menerima rastra dalam bentuk natura dengan jumlah 10 Kg. Pola ini kemudian diubah menjadi BPNT yang diberikan melalui rekening KPM dengan nilai 110 ribu/bulan dan kebanyakan digunakan untuk membeli beras dan telor.

Transformasi ini, lanjutnya, merupakan upaya memperbaiki pola bantuan menjadi non tunai untuk meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial, serta mendorong keuangan inklusif di berbagai lapisan masyarakat.

“Kebijakan ini tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden (Jokowi), agar bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non tunai. Sehingga diharapkan penyaluran bantuan non tunai semakin transparan dan akuntabel,” jelas Agus.

• Baca: Mensos Siapkan Keluarga Tak Mampu Jadi ‘Raja dan Ratu’

Dari hasil monitoring pelaksanan BPNT, tutur Agus, KPM lebih leluasa memilih kualitas beras yang dibutuhkan dan proses pembelanjaannya tidak ada batas waktu. “Kapan pun mereka bisa melakukan pembelanjaan,” tandasnya.

Di sisi lain, lanjut Agus, peralihan bantuan Rastra menjadi BPNT juga mampu menggerakkan sektor riil di lingkungan masyarakat. “Uang yang ditransfer ke rekening KPM dibelanjakan di e-Warong (warung gotong royong) yang kita miliki dan sebenarnya kepemilikan itu dari masyarakat lokal juga,” tuntasnya.